Showing posts with label TA Forecast. Show all posts
Showing posts with label TA Forecast. Show all posts

Tuesday, March 19, 2013

Time to sell ASII


Dalam postingan terdahulu tentang ASII, sudah dikatakan bahwa peak ASII dan best time to sell ASII adalah 8.300 pada tanggal 05-10-2012 dan trough ASII dan best time to buy ASII adalah 6.800 pada tanggal 04-12-2012. Dengan menjual (sell) ASII di 8.300 tanggal 5-10-2012 dan membelinya kembali di 6.800 tanggal 4-12-2012, maka para trader akan mendapatkan profit sebesar 1.500 atau sekitar 22,06 % dalam 2 bulan.

Para investor/ trader yang menyimpan ASII sewaktu turun dari 8.300 harus menggigit jari dan terpaksa menunggu ASII naik kembali.

Tidak diragukan lagi, bahwa analisa dalam postingan tersebut tepat dan akurat 100 %. Level peak dan trough dengan tepat ditentukan dan para investor/ trader yang menyimpan ASII dan tidak menjualnya pada harga 8.300, dan membelinya kembali pada harga 6.800 telah kehilangan momen penting untuk mendapatkan profit (keuntungan) yang cukup besar/ bermakna.

Postingan tersebut diakhiri dengan pertanyaan : Setelah berhasil membeli ASII di trough/ bottomnya, kapan dan di level berapakah ASII tersebut sebaiknya dijual/ time to sell ASII ? Apakah saat itu adalah saat yang tepat untuk sell (menjual) ASII atau belum ? Untuk membaca postingan tersebut, silahkan klik di sini.

Setelah mencapai trough di 6.800 tanggal 04-12-2012, ASII kembali bergerak naik. Saham ini melakukan retracement naik dan turun beberapa kali, sampai akhirnya kembali mencapai level 8.300 pada tanggal 08-03-2013. Pada tanggal 11-03-2013, ASII kembali bergerak turun dari level 8.300. Pada tanggal 15-03-2013 ASII turun ke 7.600 dan sesudah itu kembali naik. Pada tanggal 19-03-2013 ASII mencapai 7.800 kemudian turun ke 7.650. Apakah level 8.300 pada tanggal 08-03-2013 tersebut adalah level dan waktu peak ASII yang ditanyakan dalam postingan terdahulu ?

Sejak tanggal 11-03-2013 sampai 15-03-2013 terbentuk 4 buah red candle yang bergerak turun. Kemudian tanggal 18-03-2013 terbentuk bullish harami pattern, tetapi tanggal 19-03-2013 terbentuk bearish engulfing pattern. Dalam 2 hari terakhir, candle stick memberikan gambaran yang berlawanan. Candle stick terlihat menembus (break out) ke bawah lower uptrend line pada tanggal 14-03-2013. Stochastic membentuk death cross pada tanggal 11-03-2013 dan pada tanggal 19-03-2013 K line mulai bergerak mendatar dan mendekati D line. Stochastic memberikan kesan bahwa akan terjadi golden cross dalam waktu dekat. RSI juga membentuk death cross pada tanggal 11-03-2013, sedangkan MACD baru membentuk death cross pada tanggal 14-03-2013.

Bagaimana dengan analisa teknikal dari Profit Trading untuk ASII ? PMI, PMI-R dan juga RGW menunjukkan level tertingginya pada tanggal 08-03-2013, sesudah itu mulai turun. RGW menunjukkan downtrend strength menguat dan uptrend strength melemah. Sudah terjadi reversal trend dari uptrend menjadi downtrend sejak tanggal 13-03-2013. Jadi RGW menunjukkan downtrend reversal lebih cepat dari break outnya candle stick terhadap uptrend line. AD Map dan VCI menunjukkan bahwa puncak akumulasi terjadi pada tanggal 08-03-2013, sesudah itu mulai terjadi distribusi. Analisa untuk tanggal 20-03-2013 juga menunjukkan BUY AREA ASII mulai menghilang. Kesimpulan dari analisa tersebut menunjukkan bahwa memang level 8.300 pada tanggal 08-03-2013 adalah peak dari ASII yang ditanyakan dalam postingan terdahulu. Saat ini ASII sedang bergerak turun. Trend ASII sudah berubah (reversal) menjadi downtrend.

Dengan membeli (buy) ASII di 6.800 tanggal 04-12-2012 dan menjualnya kembali (sell) di 8.300 tanggal 08-03-2013, maka para trader kembali mendapatkan profit sebesar 1.500 atau sekitar 22,06 % dalam 3 bulan. Jadi total profit yang didapatkan dengan menjual (sell) ASII di 8.300 tanggal 5-10-2012, membeli kembali (buy back) tanggal 04-12-2012 dan menjual kembali di 8.300 tanggal 08-03-2013, adalah sebesar 44,12 % dalam 5 bulan. Profit ini akan lebih besar lagi bila para trader memanfaatkan peak dan trough dari retracement naik dan turun ASII. Profit ini juga jauh lebih besar dan cepat daripada potensi profit 100 % yang mungkin (belum pasti) didapatkan dengan hold (menyimpan) ASII selama 5 tahun atau 20 %/ tahun.

Inilah esensi dari teknik swing trading, sell di peak/ puncak dan buy di trough/ bottom atau sebaliknya, buy di trough/ bottom dan sell di peak/ puncak, seperti yang telah dikatakan pada postingan sebelumnya. Profit Trading telah menunjukkan teknik swing trading ini secara lengkap melalui trading pada saham ASII.

Bagaimana dengan para investor/ trader yang menyimpan ASII sewaktu turun dari 8.300 ? Kembali mereka harus menggigit jari kehilangan momen penting tersebut untuk kedua kalinya, dan berharap-harap cemas ASII akan naik kembali, dengan rentang waktu yang tidak pasti.

Chart di bawah adalah chart ASII dari tanggal 01-10-2012 s.d. 08-03-2013.

Thursday, February 14, 2013

IHSG TERNYATA SANGAT DIGDAYA


IHSG memang sangat digdaya. IHSG bak Achilles, seorang ksatria yang kebal dan perkasa dalam Perang Troya atau Gatotkaca dalam Bharata Yudha. Pada tanggal 04-06-2012, IHSG mencapai bottom di level 3.635. Sejak Desember 2012, banyak analis terkenal yang menganalisa IHSG akan mengalami reversal turun dengan prediksi yang bermacam-macam, akan tetapi index ini tidak bergeming dan terus berlanjut uptrend. Coba kita perhatikan analisa dari berbagai analis di bawah ini dan bagaimana IHSG sudah menjungkir-balikkan berbagai analisa tersebut.
 
Pada tanggal 04-12-2012, seorang analis yang menjadi anggota sebuah milis investasi menganalisa IHSG akan terkoreksi menuju 4.190 menjelang akhir tahun. Pada tanggal 12-12-2012, sorang analis lain di sebuah milis investasi memprediksi IHSG akan menuju 4.100 di akhir tahun 2012 dan sampai ke bottom di bulan Pebruari 2013 di sekitar 3.900 – 4.000. Tampaknya analis tersebut menggunakan Gann cycle (siklus Gann) untuk memprediksikan IHSG sampai bottom di bulan Pebruari 2013. Ini terlihat bahwa dalam setiap kira-kira 8 bulan maka IHSG akan mengalami penurunan sampai ke bottomnya. Bottom terakhir IHSG terjadi di 3.635 pada tanggal 04-06-2012. Jadi prediksi bottom IHSG selanjutnya terjadi kira-kira  sekitar tanggal 04-02-2013.
 
Pada tanggal 05-02-2013 pagi, seorang analis di sebuah web yang mengklaim mampu memberikan market timing analysis mengatakan bahwa IHSG akan mencapai peaknya pada tanggal 5-6 Pebruari 2013 setelah itu akan turun. Pada tanggal 06-02-2013 (sehari sesudahnya), analis tersebut mengatakan IHSG tengah bergerak dalam pembentukan formasi swing high untuk mengkonfirmasi pembentukan peaknya yang didukung oleh siklus Venus Trines Jupiter pada tanggal 6-7 Pebruari 2013. Katanya, harga akan mengkonfirmasi pembentukan swing high saat level 4.457 berhasil ditembus. Pada tanggal 11-02-2013, kembali analis tersebut mengubah prediksinya dengan mengatakan peak IHSG akan terjadi dalam 3 hari trading sampai tanggal 13-02-2013. Sampai tiga kali sudah analis tersebut merubah prediksinya tentang peak IHSG yang menurutnya akan terjadi sejak tanggal 5 – 13 Pebruari 2013. Analis tersebut rupanya juga menggunakan Gann cycle (siklus Gann) untuk memprediksikan terjadinya peak pada tanggal 5-6 Pebruari 2013 yang diubah menjadi 6-7 Pebruari 2013, dan kemudian diubah lagi menjadi tanggal 13-02-2013. Ini terlihat bahwa setiap 9 bulan IHSG akan mencapai peaknya. Peak terakhir IHSG di 4.235 terjadi pada tanggal 04-05-2012. Jadi prediksi peak IHSG  terjadi kira-kira sekitar tanggal 04-02-2013. Tampaknya sejak saya mengatakan bahwa saya menggunakan time indicator (indikator waktu) yang sekaligus dapat menunjukkan siklus (cycle indicator) kira-kira 2 tahun lalu, beberapa analis mulai menggunakan Gann cycle karena menganggap indikator ini dapat menunjukkan saat yang tepat terjadinya peak (puncak) dan trough (bottom) serta saat yang tepat untuk membeli (buy) dan menjual (sell). Kalau prediksi peak IHSG terjadi sekitar 04-02-2013, lalu bagaimana dengan prediksi analis sebelumnya yang mengatakan bahwa bottom IHSG terjadi di bulan Pebruari 2013 ? Sesuai Gann cycle, bottom selanjutnya tersebut juga terjadi sekitar tanggal 04-02-2013. IHSG memberi contoh bahwa apa yang akan terjadi dengan market bukanlah sekedar gerakan ritmis dan siklikal yang dengan mudah dapat ditentukan, sekali pun memakai Gann cycle.
 
Pada tanggal 05-02-2013 malam, seorang analis yang biasa memberikan analisa teknikal mengatakan bahwa Bandar di Jakarta memperkirakan Dow akan reversal. Ini terjadi setelah Dow Jones turun pada tanggal 04-02-2013 malam dan IHSG turun pada tanggal 05-02-2013. Akan tetapi sebagai jawabannya, sejak tanggal 06-02-2013, IHSG bukannya turun, malahan naik. IHSG membentuk all time high di 4.528 pada tanggal 08-02-2013 dan kembali membentuk all time high di 4.549 pada tanggal 12-02-2013. Pada tanggal 13-02-2013 IHSG membentuk all time high di 4.587 dan pada tanggal 14-02-2013 membentuk all time high di 4.602. Volume transaksi sejak tanggal 12-02-2013 sampai 14-02-2013 juga terus meningkat secara bermakna. Sejak mencapai bottom di 3.635 pada tanggal 04-06-2012, IHSG juga terus uptrend sampai saat ini. Stochastic, RSI dan MACD juga bergerak naik. Ini artinya IHSG sedang strong bullish dan tidak ada tanda-tanda akan turun.
 
Keadaan ini semakin mengukuhkan random walk hypothesis, yang menyatakan bahwa market bergerak secara random, dan harga/ level dalam market tidak dapat diprediksi. Market timing jauh lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Sesungguhnya gerakan market dan produk-produk sekuritas yang akan terjadi hanya ada di dalam kekuasaan dari Yang Maha Kuasa dan suatu anugerah yang amat besar kalau seseorang mendapatkannya/ mengetahuinya.
 
Chart di bawah adalah chart IHSG dari tanggal 01-05-2012 sampai dengan tanggal 14-02-2013
 
Bagaimana dengan analisa IHSG dengan memakai metode Profit Trading ? PMI mencapai level tertingginya pada tanggal 12-02-2013, sesudah itu bergerak turun. PMI-R masih bergerak naik sampai tanggal 14-02-2013. Kemungkinan PMI-R mencapai puncaknya pada tanggal 15-02-2013 atau 18-02-2013. RGW menunjukkan uptrend strength menguat dan downtrend strength melemah. IHSG sedang mengalami retracement naik dan sudah berada di peak areanya. RGW mengestimasikan peak IHSG terjadi pada tanggal 15-02-2013 dan 18-02-2013 di level sekitar 4.622. AD Map dan VCI mengestimasikan puncak akumulasi terjadi pada tanggal 14-02-2013 atau 15-02-2013. Kesimpulannya, IHSG sedang uptrend dan mengalami retracement naik. Swing Trading Analysis dari Profit Trading mengestimasikan peak IHSG terjadi pada tanggal 15-02-2013 dan 18-02-2013 di sekitar level 4.622.

Day Trading Analysis dari Profit Trading untuk tanggal 15-02-2013 menunjukkan buy di sekitar 4.563 dan sell ≥ 4.592, bila IHSG dibuka di sekitar level 4.589.

Monday, December 17, 2012

BJTM Sedang Konsolidasi dan Cenderung Turun

Review BJTM 12-7-2012 s.d. 17-12-2012

BJTM atau Bank Jatim adalah saham yang listing di BEI pada 12-7-2012. Dari mulai listing di BEI, saham ini terus bergerak turun harganya. BJTM mencapai harga terendahnya di 355 pada tanggal 6-11-2012 dan 21-11-2012. Setelah lebih dari 4 bulan downtrend, saham ini mulai bergerak naik secara bermakna dan breakout resisten 375 pada tanggal 22-11-2012.
Pada tanggal 23-11-2012 sore muncul berita dari seseorang yang sering menggunakan analisa dari sekuritas/ perusahaan asing di sebuah milis yahoogroups, bahwa BJTM akan bergerak naik. Kalau ada trader/ investor yang ingin membeli BJTM dengan menunggu saham ini turun akan sulit mendapatkannya, apalagi setelah breakout ke atas 375.
Saat itu saya memberikan komentar bahwa mengenai benar atau tidaknya informasi yang disampaikannya mengenai BJTM, silahkan para investor/ trader menilai sendiri, karena masing-masing pasti punya penilaian juga. Apakah benar BJTM yang downtrend ini akan mulai berubah menjadi uptrend, atau hanya sekedar dead cat bounce atau kenaikan sesaat saja, setelah digoreng oleh market mover. Toh, pada akhirnya semuanya juga terlihat nyata dengan berlalunya waktu. Ini karena saya tidak ingin mempengaruhi market dengan analisa saya, walau pun sebenarnya kurang setuju dengan pendapat tersebut.
Pada 29-11-2012 kembali muncul berita dari anggota milis tersebut bahwa BJTM masuk ke MSCI Indonesia mulai 30-11-2012. Pada tanggal 3-12-2012 muncul berita bahwa BJTM rilis kinerja Oktober 2012 : indikasi peningkatan proyeksi laporan keuangan berikutnya. Pada tanggal 4-12-2012 BJTM disebut Dead Man Walking oleh beberapa anggota milis lain yang tidak melihat kenaikan BJTM berlanjut. Pada tanggal 5-12-2012, kembali muncul postingan berita “Key Pair Trades 2013 : equity : Short (sell) ASII. Long (buy) BJTM”.
Sesungguhnya apa yang terjadi dengan BJTM sesudah membentuk harga terendah 355 tanggal 6-11-2012 ? Stochastic membentuk golden cross tanggal 7-11-2012, tetapi kemudian membentuk death cross tanggal 12-11-2012 dan kembali membentuk golden cross tanggal 21-11-2012. Selanjutnya stochastic kembali membentuk death cross pada 27-11-2012, golden cross tanggal 7-12-2012 dan kembali death cross tanggal 11-12-2012. RSI membentuk golden cross dan naik sejak tanggal 7-11-2012, dan mulai turun kembali sejak 27-11-2012. MACD membentuk golden cross sejak 19-10-2012, akan tetapi saham ini masih konsolidasi sampai tanggal 21-11-2012. Tanggal 10-12-2012 MACD membentuk death cross. Terlihat bahwa ketiga indikator di atas memberikan gambaran yang berubah-ubah dan kurang jelas mengenai pergerakan BJTM. Bila ditarik garis trend (trend line) pada harga tertinggi BJTM sejak tanggal 12-7-2012, maka terlihat bahwa candle stick BJTM sudah memotong ke atas trend line tersebut pada tanggal 21-11-2012. Ini berarti pergerakan harga saham ini sudah tidak downtrend lagi.

Chart di bawah ini adalah chart BJTM dari tanggal 12-7-2012 s.d. 17-12-2012.


Bagaimana dengan hasil analisa menggunakan metode dari Profit Trading ? Hasil analisa dengan RGW terlihat bahwa sejak 9-11-2012 downtrend strength melemah dan sejak 22-11-2012 uptrend strength menguat. Sejak tanggal 19-11-2012 BJTM sudah mulai uptrend. AD Map  dan VCI menunjukkan bahwa tanggal 6-11-2012 adalah akhir dari distribusi dan tanggal 7-11-2012 adalah awal dari akumulasi. Jadi dengan metode analisa dari Profit Trading sebenarnya terlihat dengan jelas bahwa trough BJTM adalah 355 pada tanggal 6-11-2012 dan sejak 7-11-2012 mulai terjadi reversal naik. Pergerakan naik yang bermakna dan tembusnya ke atas (breakout) resisten 375 adalah tanda-tanda yang sudah amat jelas dan terlambat. Hasil analisa ini menunjukkan bahwa analisa teknikal dengan metode Profit Trading memberikan hasil analisa yang lebih jelas, lebih cepat/ lebih dini dan jauh lebih akurat dibandingkan analisa dengan indikator-indikator di atas.
Bila BJTM sudah mulai uptrend, sudah breakout resisten 375 dan sedang diakumulasi, mengapa saya kurang setuju dengan pernyataan bahwa BJTM masih akan naik ?  Ada sebuah alasan yang sangat penting, yaitu karena saat itu BJTM berada di SELL AREA. Semua saham yang berada di sell area akan mendapat tekanan jual yang kuat dan kembali turun. Ini artinya para trader/ investor seharusnya melakukan SELL pada tanggal 26-11-2012, bukannya BUY karena mengharapkan BJTM akan naik lebih tinggi lagi. Analisa dengan metode Profit Trading menunjukkan untuk melakukan sell ≥ 395 (range 395 – 405) saat itu. Para trader/ investor yang melakukan pembelian (buy) BJTM tanggal 26-11-2012 akan membeli BJTM pada harga-harga tertingginya. Selama 2 hari BJTM mencapai harga tertinggi di 405 dan sesudah itu mulai turun. Ini untuk kesekian kalinya membuktikan bahwa SELL dan BUY AREA penemuan Profit Trading adalah metode/ teknik yang sangat akurat untuk menentukan keputusan sell dan buy.
RGW menunjukkan bahwa uptrend strength BJTM kembali melemah sejak tanggal 10-12-2012 dan saham ini mengalami konsolidasi di 365 - 390. Saat ini BJTM sedang mengalami retracement turun. AD Map dan VCI juga menunjukkan puncak akumulasi terjadi pada tanggal 10-12-2012 dan setelah itu terjadi distribusi mulai tanggal 11-12-2012. Pola distribusi ini semakin hari semakin bertambah. Ini menunjukkan bahwa dalam hari-hari selanjutnya (yang akan datang), BJTM sedang konsolidasi dan akan cenderung bergerak turun/ melemah. Estimasi ini akan sulit sekali didapatkan dengan metode analisa teknikal yang sudah ada selama ini. Perubahan trend dapat diketahui dengan sangat cepat dan dini dengan teknik/ metode analisa ini.

 

 

Friday, October 8, 2010

MEDC Berada di Sell Area

Pada tanggal 07-10-2010 pagi, seorang trader memberitahukan di forum chatting tentang berita di epaper.bisnis.com bahwa PT. Pertamina Hulu Energi (PHE) berencana mengakuisisi 46,41 % saham Medco. Sejak adanya rumor Pertamina akan mengakuisisi Medco, pergerakan saham ini naik. Tentunya ini sebuah berita bagus. Para trader dan investor berharap saham MEDC akan naik dengan adanya berita tersebut.

Saya kemudian membuka chart MEDC. Tanggal 06-10-2010 MEDC dibuka dengan harga 3.350, turun ke 3.300 kemudian naik ke 3.500 dan ditutup pada harga 3.475, naik 150 dari penutupan hari sebelumnya. Volume transaksinya 137.555 lot, naik cukup tinggi dibandingkan hari-hari sebelumnya. MEDC sedang dalam trend naik dan candle sticknya membentuk long white (green) candle. Indikator RSI dan MACD menunjukkan MEDC sedang naik. Garis K dalam indikator Stochastic hampir bertemu garis D, tetapi garis K masih di atas garis D. Di bawah ini adalah chart MEDC sampai tanggal 06-10-2010.


Setelah mempelajari chart tersebut, saya katakan MEDC memang sedang naik, tetapi ada resiko sewaktu-waktu turun, sebab harganya sudah tinggi. Saya katakan pula MEDC saat ini berada di sell area. Ini berarti rekomendasinya adalah sell (jual), tidak ada rekomendasi untuk buy (beli) saham ini. Semakin naik saham MEDC, berarti semakin tinggi harga jual saham ini yang dapat diperoleh para trader atau investor.

Saat market buka, MEDC langsung dibuka dengan gapping up di 3.525, kemudian saham ini turun ke 3.350 dan ditutup pada harga 3.450. Volume transaksinya 51.914 lot.

Pada tanggal 08-10-2010, MEDC dibuka dengan harga 3.450, lalu turun sampai 3.375 dan ditutup pada harga 3.425. Volume transaksinya 21.396 lot.

Berita baik (good news) suatu saham memang tidak selalu dapat dipercaya. Berita-berita tersebut sering muncul pada saat harga sahamnya akan jatuh. Trader/ investor yang membeli MEDC dan berharap harganya akan semakin naik dengan berita akuisisi tersebut dapat tersangkut di saham ini.

Monday, May 17, 2010

Today’s Stock Choice

Stocks in Asia markets tumbled again after concerns grew that the deep spending cuts under Europe's bailout plan would slow a global recovery on May 17, 2010. Hang Seng Index dropped 116.83 points. Shanghai Composite Index slided 103.95 points. Indonesia Stock Exchange Index ended down 38.50 points.

The euro dropped to a 19-month low against the dollar and is close to its lowest level in four years as confidence in Europe's ability to contain its fiscal problems wanes. Oil prices on Monday fell to their lowest point so far this year and are now down about 20 percent in just two weeks as investors worry about the ripple effects of a debt crisis in Europe.

There is fear in both equities and commodities market that economic weakness in Europe could spread and hurt the global recovery.

There are many Indonesia stocks that have deep dropped this time. The average decline of them were more than 10 %. Some of them were worth buying. HD Capital research recommended BKSL, ANTM, PGAS, BTEL and BUMI as stocks choice, according to inilah.com.

I want to talk about PGAS this time. On March 25, 2010, PGAS reached its peak price at 4,400. Then the stock moved down until now. On May 17, 2010, PGAS was opened at 3,750, then down to 2,650. It was closed at 2,700. PGAS was down 15,91 % in about 8 weeks. I traded it and got profit although Indonesia market’s dropped deeply.

Why do I want to talk about PGAS ? PGAS has been uptrend for long time. Therefore, it has been proved quiet save for long term investors. Several indicators have shown that PGAS is in very cheap price and it’s been oversold. It’s potentially reverse up anytime when market’s situation support it. It can provide bulk profit for long term investors. PGAS is almost meet a very strong support this time. If market’s situation oppose it, it won’t decrease very much. It means that this stock is good for traders, too. It will give decent short term profit for traders in a good situation. The capital of traders won’t be detain for long time, if it still decline. I choose PGAS because this stock is worth buying.

Sunday, May 16, 2010

BUMI Has Met A Very Strong Resistant

What happened with BUMI ?. Since mid January 2010, after it reached 3,000 on January 11, 2010, the price of BUMI fell to 2,150 and it hasn’t returned to 3,000 yet. BUMI has moved sideways in low price for almost 5 months.

BUMI has been going into several problems in recent several months. Tax problem and increase of corporate’s debt are the major bad news for BUMI. There are many rumours about BUMI, too. After the resignation of Indonesia Secretary of the Treasury, some people and analists said that BUMI would get a good wind to increase.

On May 10, 2010, BUMI was opened at 2,325. Then its price was up to 2,500 and it was closed at 2,475. Its volume of transaction was 943,465 lots. It was a significant increase of its volume transaction.

Last Tuesday, May 11, 2010, I was in a chatting room. BUMI was opened at 2,475 and then raised to 2,525 quickly. It seemed that its demand was strong and its buyers were very aggresive. Then a trader in the chatting room wrote that if BUMI broke out 2,550, it would continue uptrend. I didn’t agree with his opinion. I said that 2,550 was a critical point. BUMI would be difficult to reach 2,550. There is only a little chance for it. He continued with his opinion that if BUMI reached 2,575, it would continued to 3,000. His recommendation is “buy”. Then I told him again, that it’s almost impossible for BUMI reaching 2,575 this time. BUMI won’t break out 2,550.

After reaching 2,525, BUMI went down to 2,400 and it was closed at 2,425 last Tuesday. Its volume of transaction was 701,397 lots.

Last Wednesday, there was a comment from an analist in inilah.com that BUMI had a chance to 2,550 as a resistant level and 2,350 as a support level on that day. He recommended trading buy for BUMI and waited Q1 financial report of BUMI 2010 that would be released next week. A review of research from Samuel Sekuritas recommended buy because a subsidiary business of BUMI would make an IPO in Q3 2010, according to inilah.com. BUMI was opened at 2,475, down to 2,425, and it was closed at 2,500 last Wednesday. Its volume of transaction was 277,088 lots.

It’s been 3 trading days after our chats and BUMI still can not touch 2,550. It reached 2,525 and it was closed at 2,500 again last Friday. BUMI was up 8.7 % in a week. Will BUMI break out 2,550 and continue uptrend next Monday ?. No, I don’t think it will be, because BUMI has met a very strong resistant. BUMI will start to downturn next Monday. I predict that its volume of transaction will be about 150,000 to 300,000 lots. Do you see it in BUMI’s chart below, too ?.