Showing posts with label TA Reviews. Show all posts
Showing posts with label TA Reviews. Show all posts

Thursday, May 9, 2013

APAKAH BMRI DI DAERAH NYAMAN UNTUK DIBELI ?


Apakah para trader/ investor sudah membaca postingan saya mengenai “TRADING WITH PMI” ? Postingan tersebut dapat dibaca di sini. Dengan membacanya, para trader/ investor akan memahami betapa seringnya seorang trader, investor atau analis SALAH MEMBACA SINYAL-SINYAL di dalam market. Mereka sering melakukan buy (membeli) pada saat seharusnya melakukan sell (menjual). Sebaliknya mereka sering melakukan sell (menjual) pada saat seharusnya buy (membeli). Market yang berfluktuasi dengan cepat sering menambah bingung dan frustasi para trader/ investor untuk mengambil keputusan buy atau sell suatu produk sekuritas. Dalam kesempatan ini saya akan menunjukkan bagaimana PMI dan PMI-R serta BUY AREA dan SELL AREA  memberikan sinyal yang benar untuk suatu produk sekuritas.
Kita akan melihat contoh kasus tersebut pada saham BMRI. Saham ini mencapai all time high pada tanggal 17-19 April 2013, sesudah itu mulai turun. Pada tanggal 30-4-2013, BMRI dibuka pada harga 10.650, mencapai harga terendah di 10.450 dan ditutup pada harga 10.500. Pada tanggal 1-5-2013 saham ini dibuka di 10.400, kemudian naik dan ditutup di 10.550.
 
Pada tanggal 1-5-2013 malam, sesudah saham ini ditutup di 10.550, seorang analis di sebuah milis investasi mengeluarkan analisa : “BMRI selama ini melakukan koreksi (pull back) dari all time highnya. Yang menarik adalah membentuk piercing line bottom reversal tepat di daerah support MA(20). Daerah nyaman untuk dibeli.”

Pada tanggal 2-5-2013, BMRI dibuka di 10.500, naik ke 10.550 dan ditutup di 10.150. Pada tanggal 3-5-2013, saham ini dibuka pada harga 10.100, kemudian ditutup pada harga 9.800 yang sekaligus merupakan harga terendahnya. Pada tanggal 6-5-2013, BMRI dibuka di 9.850, turun ke 9.700 dan ditutup di 10.050. Sesudah itu saham ini mulai naik. Pada tanggal 8 Mei 2013, saham ini naik ke 10.350.

Jadi dalam 2 hari sesudah analisa tersebut dikeluarkan, BMRI justru menembus MA(20) dan turun dalam. Hal ini menimbulkan pertanyaan dari seseorang yang cukup kritis di milis tersebut : "Apa alasannya dikatakan BMRI berada di daerah nyaman untuk dibeli ? Bagaimana seandainya analisa tersebut diikuti oleh pembacanya sehingga mengalami kerugian dan berapa level cut lossnya ?"

Pernyataan analis tersebut di atas sebenarnya sudah memberikan 2 alasan mengapa BMRI berada di daerah nyaman untuk dibeli. Alasan pertama, adanya piercing line bottom reversal sebagai sinyal bullish. Alasan kedua, Piercing line tersebut terjadinya tepat di daerah support MA(20).
Apakah yang sesungguhnya terjadi ? Apakah berdasarkan analisa teknikal saat penutupan tanggal 1-5-2013, BMRI berada di daerah nyaman untuk dibeli ? Kalau BMRI berada di daerah nyaman untuk dibeli, mengapa sahamnya justru turun dalam selama 2 hari berikutnya ? Apakah Candle Stick yang membentuk formasi (pattern) piercing line bottom reversal tepat di daerah support MA(20) salah memberikan bullish signal (sinyal bullish) atau merupakan informasi yang salah ?
Chart di bawah adalah chart BMRI dari tanggal 7-2-2013 s.d. 8-5-2013
Sebelum membicarakan Piercing Line Candle Pattern, saya akan menguraikan mengenai analisa teknikal BMRI saat itu dengan beberapa macam indikator. Stochastic yang baru membentuk golden cross pada tanggal 26-4-2013, sudah membentuk death cross kembali sejak tanggal 30-4-2013. Pada tanggal 30-4-2013, RSI juga mulai membentuk death cross. MACD sudah mulai membentuk death cross sejak tanggal 29-4-2013. Ketiga macam indikator tersebut jelas-jelas BELUM memberikan sinyal-sinyal reversal naik pada saat penutupan tanggal 1-5-2013.
Piercing Line (Kirikomi) Candle Stick Pattern adalah satu dari double candle stick pattern, dan merupakan bullish pattern. Bullish Piercing Line Candle Stick terdiri dari candlestick turun (red/ black candle stick) diikuti oleh candle stick naik (green/ white candle stick) yang dibuka di bawah harga penutupan candle stick sebelumnya (red/ black candle stick) dan ditutup di atas pertengahan candle stick sebelumnya (red/ black candle stick). Bullish Piercing Line dapat terjadi dalam berbagai keadaan, tetapi paling relevan bila terjadi dalam trend turun yang bermakna. Bullish Piercing Line dapat dipakai sebagai indikasi berakhirnya sebuah downward trend (trend turun).

Kalau begitu, mengapa BMRI turun dalam selama 2 hari sesudah membentuk pattern tersebut ? Apakah sebuah bullish candle stick pattern yang juga disupport oleh MA(20) salah memberikan buy signal ?

Jawabannya sebenarnya sangat sederhana dan sudah dijelaskan di atas, akan tetapi mengapa masih juga salah diartikan dalam sebuah analisa. Sebuah Piercing Line akan memberikan bullish signal kalau candle stick kedua (green/ white candle) ditutup di atas pertengahan candle stick pertama (red/ black candle). Kalau tidak demikian berarti memberikan bearish signal (sinyal bearish). Jadi candle stick pattern BMRI tanggal 30-4-2013 dan 1-5-2013 sesungguhnya adalah BEARISH PIERCING LINE, bukan bullish piercing line.
 
Hasil analisa Profit Trading pada tanggal 1-5-2013 juga menunjukkan bahwa PMI dan PMI-R mencapai level tertingginya pada tanggal 26-4-2013, sesudah itu mulai turun. Ini berarti peak terakhir BMRI terjadi di 10.700 pada tanggal 26-4-2013. Pada tanggal 2-5-2013 BUY AREA BMRI sudah menghilang.

Sebagai kesimpulannya, Piercing Line Candle Stick pattern tersebut SEBENARNYA MEMBERIKAN SINYAL BEARISH. BMRI sedang bergerak turun dari peaknya. MA(20) BMRI saat itu merupakan SUPPORT YANG LEMAH, seperti halnya HRUM dan DKFT, karena tidak didukung oleh kekuatan demand dari market. Jadi saat itu BMRI TIDAK NYAMAN UNTUK DIBELI, karena saat itu sebenarnya SAAT UNTUK MENJUAL (TIME TO SELL) BMRI.
 
Bagaimana dengan pergerakan saham BMRI selanjutnya ? Apakah saham ini akan bergerak naik dan membentuk all time high baru, atau justru akan berbalik turun sebelum mencapai 10.550, atau bahkan berbalik turun sebelum menembus MA(20) ?

Saturday, May 4, 2013

MENGAPA DKFT TIDAK TERBANG KE 700 ?


DKFT atau PT. Central Omega Resources Tbk. Adalah perusahaan tambang yang memproduksi nikel, di mana 75,33 % shareholdernya adalah PT. Jinsheng Mining. Saham ini IPO pada tanggal 17-11-1997 dengan harga 500 rupiah/ lembar.
Pada tanggal 26-3-2013 tersiar berita di sebuah milis investasi, bahwa produksi nikel DKFT akan digenjot naik 69 % menjadi 4 juta ton targetnya. Akibatnya perkiraan net profit tahun 2013 akan melonjak naik Rp. 400 milyar, atau EPS sekitar 71, dengan menggunakan asumsi harga komoditi saat ini. Bila ada improvement di Q2 dan Q3, maka targetnya akan meningkat. Bila menggunakan target konsevatif PE 10 x, maka DKFT akan menuju 700, atau naik 25 % dari harga saat itu di 560. Pada tanggal 28-3-2013 diberitakan bahwa hasil RUPS DKFT memutuskan akan membagi deviden 50 rupiah/ lembar saham. Karena pengumuman pembagian deviden tersebut, maka targetnya dinaikkan. Ada yang mengatakan ke 900-1.000, ada juga yang mengatakan > 1.000 menjelang cum date deviden karena yieldnya sangat tinggi.
Sejak tanggal 26-3-2013 sampai tanggal 2-4-2013 DKFT bergerak naik dan mencapai harga tertinggi di 660 dan ditutup di 630. Pada tanggal 3-4-2013 saham ini mulai bergerak turun dan mencapai harga terendah 590 pada tanggal 11-4-2013, sesudah itu mulai bergerak naik kembali.
Pada tanggal 10-4-2013 dan 11-4-2013, kembali tersiar betapa baiknya fundamental perusahaan ini dan masuk daftar koleksi beberapa fund manager. PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) sepanjang 2012 membukukan kenaikan laba bersih sebesar 71,16 % (audited) menjadi Rp 303,33 miliar dibanding Rp 177,22 miliar di 2011. Kabarnya perusahaan yang memilikinya berhubungan dengan China, sehingga semua produksinya terserap ke China. Besarnya deviden yang hampir 10 % dari harga sahamnya menambah daya tarik saham ini di mata para investor/ trader.
 
Pada tanggal 17-4-2013 sampai 19-4-2013, kembali DKFT menjadi berita hangat di sebuah milis investasi. Berita betapa baiknya fundamental saham ini kembali bermunculan. Dikatakan bahwa inilah saatnya DKFT terbang ke 700.

Pada tanggal 17-4-2013 sebuah web investasi juga memberitakan bahwa laba bersih DKFT pada kuartal I 2013 sebesar Rp. 101,26 milyar atau naik 32,22 % bila dibandingkan dengan laba bersih kuartal I 2012 sebesar Rp. 76,59 milyar. Hal ini disebabkan Penjualan DKFT mengalami kenaikan 65,98% atau dari Rp208,18 miliar kuartal I 2012 menjadi Rp345,53 miliar pada kuartal I 2013 sedangkan Beban Pokok dan Lain-lain DKFT mengalami kenaikan 97,31% atau Rp105,67 miliar kuartal I 2012 menjadi Rp208,50 miliar pada kuartal I 2013.
Pada tanggal 17-4-2013 saham ini dibuka pada harga 620, mencapai harga tertingginya di 640 dan ditutup di 630. Pada tanggal 18-4-2013 saham ini dibuka di 640, kemudian turun ke 620 dan kembali ditutup di 630.

Pada tanggal 18-4-2013, saya katakan bahwa DKFT tidak mungkin ke 700. Tanggal 19-4-2013 adalah cum date deviden saham ini. Peak saham ini berada pada tanggal 18-4-2013 atau 19-4-2013 (besok pagi).
Pada tanggal 19-4-2013, saham ini dibuka di 630, naik ke 640 dan ditutup di 600. Pada saat itu seorang analis mengatakan bahwa saat itu merupakan saat yang tepat untuk membeli DKFT karena ada support kuat di 580 dan targetnya ke 700. Analis tersebut menganjurkan membeli di 580 – 590 dan cut loss bila menembus 580 (cut loss di 570 atau 560) sehingga risknya (resikonya) kecil sekali. Saat itu sebenarnya DKFT tertahan oleh support SMA(20) di 600. Support 580 yang dikatakan kuat itu kemungkinan adalah Fibonacci Retracement 38,20 %.

Pada tanggal 20-4-2013 kembali saya mengingatkan untuk tidak membeli DKFT karena saham ini hampir dipastikan akan menembus support 580. Risk yang dikatakan kecil sekali tersebut sebenarnya tidak terhingga besarnya, karena hampir dipastikan semua yang membeli akan melakukan cut loss bila mengikuti saran tersebut. Hasil analisa menunjukkan DKFT sekarang berada di LOWER SELL AREA, artinya tidak ada tekanan beli dari market yang akan menjadi support kuat untuk menahan harga DKFT turun. Ini artinya support SMA(20) dan Fibonacci Retracement 38,20 % tersebut lemah dan hampir dipastikan akan ditembus.
Chart di bawah ini adalah chart DKFT dari tanggal 7-2-2013 s.d 19-4-2013.

Pada tanggal 22-4-2013, DKFT membuat gap down dan terjun bebas. Saham ini dibuka di 560, naik ke 570 dan ditutup di 550. Harga 580 – 590 yang disarankan sebagai harga beli saham ini, bahkan tidak tersentuh sama sekali dan dilewati begitu saja. Selanjutnya saham ini terus bergerak turun. Pada tanggal 3-5-2013, saham ini dibuka di 510, naik ke 520, kemudian turun dan ditutup di 500.
Sebenarnya apa yang terjadi dengan DKFT ? Mengapa fundamental dan laporan keuangan saham ini yang begitu baik tidak mampu mengangkat naik harga saham ini ke 700 ? Mengapa harga DKFT tidak terbang ke 700 atau bahkan > 1.000 sebelum cum date deviden ?

Setelah mencapai harga terendah 254 pada tanggal 14-6-2012, DKFT bergerak dengan trend naik. Pada tanggal 11-3-2013, saham ini mencapai harga tertingginya di 590, sesudah itu bergerak turun dan mencapai harga terendah 530 pada tanggal 22-3-2013. Pada tanggal 25-3-2013, bersamaan dengan bermunculannya news dan rumor tentang DKFT, saham ini naik kembali. Pada tanggal 2-4-2013, saham ini mencapai harga tertingginya di 660, setelah itu kembali turun. Pada tanggal 11-4-2013, saham ini mencapai harga terendah di 590 dan ditutup di 600. Pada tanggal 12-4-2013, setelah berbagai news dan rumor tentang DKFT muncul, saham ini kembali naik. Saham ini mencapai harga tertingginya di 640 pada tanggal 17-4-2013. Harga tertinggi 640 ini bertahan selama 3 hari sampai tanggal 19-4-2013, sesudah itu saham ini mulai turun kembali. Tampaknya news dan rumor tentang DKFT memang dipakai untuk mendorong harga saham ini naik mulai tanggal 25-3-2013 sampai 2-4-2013 dan mulai tanggal 12-4-2014 sampai tanggal 17-4-2013. Akan tetapi mengapa berbagai news, rumor dan analisa teknikal yang dihembus-hembuskan di sebuah milis investasi pada tanggal 17-19 April 2013 gagal mengangkat naik harga saham DKFT ke 700 ? Apakah ini disebabkan adanya peringatan dari Profit Trading pada tanggal 18-4-2013 dan 20-4-2013 ? :) Tampaknya memang ya demikian, terutama bagi para trader/ investor yang tidak sadar adanya bahaya di depan mata. Saya akan menguraikan mengapa peringatan tersebut diberikan.
Pada tanggal 17-4-2013, Stochastic mulai death cross kembali. RSI belum death cross sampai tanggal 18-4-2013. Pada tanggal 18-4-2013, Candle Stick mulai reversal turun, akan tetapi MACD malahan seperti akan golden cross. Seperti biasanya, terlihat bahwa indikator-indikator tersebut memberikan sinyal yang berbeda/ berlawanan. Tampak bahwa kali ini Stochastic dan Candle Stick memberikan sinyal yang benar.
 
Analisa dari Profit Trading menunjukkan, PMI-R mencapai level tertingginya pada tanggal 1-4-2013 dan mulai turun pada tanggal 2-4-2013. PMI-R mulai naik kembali pada tanggal 15-4-2013 sampai 17-4-2013, akan tetapi tidak mencapai levelnya pada tanggal 1-4-2013. Pada tanggal 18-4-2013, PMI-R mulai turun kembali. Ini berarti peak dari DKFT di 660 tanggal 2-4-2013 sesungguhnya adalah peak tertinggi saat ini yang terjadi bersamaan dengan melemahnya PMI-R sebagai tanda mulainya retracement turun DKFT. Ini merupakan sinyal/ tanda akan turunnya saham ini pada tanggal 3-4-2013. Peak selanjutnya terjadi di 640 pada tanggal 17-4-2013 dengan level yang tidak setinggi peak pada tanggal 2-4-2013.

AD Map dan VCI menunjukkan level tertingginya pada tanggal 28-3-2013, sesudah itu mulai turun. Ini berarti sejak tanggal 1-4-2013 sebenarnya sudah mulai terjadi distribusi di dalam market. Pada saat saham ini bergerak naik menuju harga tertingginya di 660 tanggal 2-4-2013, distribusi saham sedang berlangsung di dalam market. Pada tanggal 12-4-2013 AD Map dan VCI mulai naik kembali dan mencapai level tertingginya pada tanggal 18-4-2013. Pada tanggal 19-4-2013 AD Map dan VCI mulai turun kembali. Ini menunjukkan puncak akumulasi terjadi pada tanggal 18-4-2013, bersamaan dengan terbentuknya peak DKFT di 640.
Apakah ada yang cukup jeli untuk memikirkan dan menanyakan : "Bagaimana mungkin seseorang dapat menentukan puncak AD Map dan VCI terjadi pada tanggal 18-4-2013, sedangkan tanggal 19-4-2013 masih keesokan harinya (belum terjadi) ? Bagaimana kalau ternyata AD Map dan VCI tanggal 19-4-2013 naik lebih tinggi dari level-levelnya pada tanggal 18-4-2013 ?" Jawabannya sederhana tetapi rumit dan sulit. AD Map dan VCI dapat menunjukkan apa yang akan terjadi, bukan hanya apa yang sudah atau sedang terjadi. AD Map dan VCI menunjukkan DKFT akan mulai mengalami distribusi pada tanggal 19-4-2013 (keesokan harinya). Jadi AD Map dan VCI adalah forecasted indicators, peak and trough dan time indicators, jauh berbeda dengan indikator-indikator umumnya yang sudah beredar.

Bila demikian, mengapa pada tanggal 18-4-2013, saya katakan : "Peak DKFT berada pada tanggal 18-4-2013 atau 19-4-2013 ?" Jawabannya juga sederhana tetapi rumit dan sulit. Karena RGW menunjukkan peak DKFT akan terjadi pada tanggal 19-4-2013 (keesokan harinya). Tanggal 19-4-2013, DKFT ternyata benar-benar masih membentuk harga tertinggi di 640, sama seperti tanggal 17-18 April 2013, yang merupakan peaknya saat itu. Ini menunjukkan RGW sesungguhnya juga merupakan forecasted indicator, peak and trough dan time indicator, seperti halnya AD Map, VCI, PMI dan PMI-R, serta BUY AREA dan SELL AREA.

Pada tanggal 19-4-2013, hasil analisa Profit Trading juga menunjukkan BUY AREA DKFT sudah menghilang dan DKFT berada di LOWER SELL AREA. Ini menunjukkan lemahnya demand dari market dan saat untuk menjual (time to sell), bukan saat untuk buy (membeli) DKFT. Dari semua analisa Profit Trading menunjukkan bahwa DKFT mulai bergerak turun dari peaknya dan support 580 yang dikatakan kuat sesungguhnya lemah (tidak kuat) sebab tidak ditunjang oleh tekanan/ kekuatan beli dari market. Risk yang dikatakan kecil bila membeli di 580-590 dibandingkan rewardnya DKFT ke 700, sesungguhnya tidak tepat/ salah karena rewardnya adalah 0 sebab tidak akan didapatkan, sehingga risk/ reward rationya menjadi tidak terhingga nilainya. DKFT sesungguhnya sudah mulai mengalami distribusi sejak 1-4-2013, sebelum peak 660 tanggal 2-4-2013 terbentuk, sehingga peak pada tanggal 17-19 April 2013 levelnya lebih rendah dari peaknya pada tanggal 2-4-2013.

Pada tanggal 22-4-2013, RGW menunjukkan bahwa trend DKFT sudah berubah menjadi downtrend. Ini sesuai dengan break outnya (tembusnya) candle stick DKFT ke bawah lower uptrend line. Jadi gap downnya DKFT ke 560-570 merupakan pertanda buruk (downtrend reversal) untuk pergerakan saham ini selanjutnya.

Tembusnya support-support : SMA(20), Fibonacci Retracement 38,20 %, lower uptrend line, Fibonacci Retracement 50 % dan Fibonacci Retracement 61,80 % menunjukkan betapa luar biasanya kemampuan BUY AREA dan SELL AREA dalam mendeteksi kekuatan demand dan supply di dalam market. Bila dihitung dari harga tertingginya di 640 sampai dengan harga penutupan tanggal 3-5-2013 saja, DKFT sudah turun 140 atau 21,875 %.

Semua analisa di atas menunjukkan bagaimana Profit Trading melakukan Market Timing dan Price Tracing dengan peak and trough indicators dan time indicators, bagaimana menilai kuat lemahnya support-resisten berdasarkan kekuatan demand dan supply yang ada di dalam market dan bagaimana mendeteksi perubahan akumulasi dan distribusi, retracement dan trend dengan sangat tepat/ akurat, cepat dan sensitif untuk melakukan Day Trading dan Swing Trading.

Untuk mengetahui keistimewaan analisa saham Profit trading, silahkan klik di sini.
Untuk mengetahui tentang PMI dan PMI-R, silahkan klik di sini.
Untuk informasi dan pendaftaran Kursus Online PMI dan PMI-R, silahkan klik di sini.
Untuk memahami tentang BUY AREA dan SELL AREA, silahkan klik di sini.
Untuk informasi mendapatkan analisa dan menjadi member Profit Trading, silahkan klik di sini

Chart di bawah ini adalah chart DKFT dari tanggal 7-2-2013 s.d 3-5-2013.
 
 


 

Saturday, January 26, 2013

TEMBUSNYA (BREAKOUT) KE BAWAH SAHAM HRUM


Tahun 2012 adalah tahun yang kelam bagi saham-saham batubara pada umumnya. Hampir sepanjang tahun 2012, saham-saham komoditas tersebut mengalami penurunan. Salah satu di antaranya adalah HRUM. Saham ini listing di BEI pada harga 6.000 tanggal 06-10-2010. HRUM mencapai harga tertingginya 10.700 pada tanggal 21-07-2011. Sesudah itu turun ke 5.900 pada tanggal 04-10-2011. Setelah itu naik kembali dan mencapai harga tertingginya pada tahun 2012 di 9.000 pada tanggal 22-02-2012, saham ini kemudian turun kembali dan mencapai harga terendahnya 4.875 pada tanggal 04-12-2012. Mulai 05-12-2012 saham ini kembali naik.

Pada tanggal 30-12-2012 saya memberikan komentar dalam sebuah milis, bahwa pembelian HRUM pada harga 5.000 – 5.700 adalah hal yang baik/ benar. Pada tanggal 02-01-2013 dan 03-01-2013 saham ini naik mencapai 6.700. Pada tanggal 03-01-2013 kembali saya memberikan komentar, bahwa saham ini mulai turun. Pada tanggal 12-01-2013 saya mengatakan bahwa ternyata saham ini benar-benar mengalami penurunan sejak 03-01-2013.

Pada tanggal 14-01-2013, seorang anggota sebuah milis mengomentari bahwa HRUM tampaknya mengalami rebound di area SMA(20) dan EMA(20). Saat itu SMA(20) di 6.094 dan EMA(20) di 6.053. Anggota milis tersebut mengatakan bahwa dia masih melihat window time kenaikannya sampai Pebruari-Maret 2013. Saham ini mulai rebound dari harga terendah sehari sebelumnya di 6.050. Low HRUM di 6.100 dan highnya di 6.350 saat itu.

Pada tanggal 15-01-2013, saya katakan bahwa memang untuk sementara saham ini tampaknya ditahan oleh SMA(20) dan EMA(20) dan mengalami rebound, akan tetapi saat itu HRUM sudah berada di SELL AREA dan besok pagi (16-01-2013) BUY AREAnya akan menghilang. HRUM juga mulai downtrend dan belum mencapai troughnya. Kesimpulannya, SMA(20) dan EMA(20) tersebut akan ditembus dan saham ini akan bergerak turun mencari troughnya (bottomnya). Dengan kesimpulan tersebut, jelas sekali HRUM berada dalam posisi sell dan rekomendasinya adalah sell HRUM ≥ 6.350. Saya juga memintanya memperhatikan MACDnya yang sudah mengalami death cross sejak tanggal 15-01-2013. Perhatikan kata-kata yang dicetak miring di atas sesungguhnya menggambarkan sesuatu yang belum terjadi dan akan terjadi. Ini artinya Profit Trading bukan cuma menganalisa/ mengulas sesuatu yang sudah terjadi, akan tetapi jauh lebih dari itu, sesuatu yang akan terjadi pun sudah dapat dianalisanya. Lalu bagaimana dengan ketepatan analisanya ?

Pada tanggal 16-01-2013 HRUM turun ke 6.100 dan pada tanggal 17-01-2013 saham ini kembali naik. Ini berarti low tanggal 16-01-2013 di 6.100 lebih tinggi daripada low tanggal 11-01-2013 di 6.050. High saham ini di 6.250 dan lownya di 6.150 pada tanggal 17-01-2013. Ini artinya, lownya pada tanggal 17-1-2013 juga bergerak naik. Pada saat itu tentunya para investor/ trader berpikir bahwa saham ini sudah kembali naik karena sudah membentuk higher low dan sudah kembali mantul (reversal naik) akibat tertahan oleh SMA(20) dan EMA (20) sebagai supportnya. Hal ini terlihat dengan naiknya volume transaksi pada tanggal 17-01-2013. Seandainya semudah itu teori-teori analisa teknikal tersebut dapat diterapkan dalam trading/ investasi, tentunya akan lebih banyak investor/ trader yang mendapatkan keuntungan daripada yang mengalami kerugian. Kalau sesudah higher high atau higher low suatu saham selalu/ pasti bergerak naik, lalu kapan saham tersebut akan turun kembali ?

Pada tanggal 18-01-2013 HRUM naik sampai mencapai 6.400. Pada 21-01-2013 saham ini naik sampai mencapai 6.500, kemudian turun ke 6.250 dan ditutup pada harga 6.350. Saat itu highnya lebih tinggi dari high hari sebelumnya (higher high) dan lownya juga lebih tinggi dari low hari sebelumnya (higher low). Apakah ini merupakan pertanda bahwa HRUM akan turun dan menembus SMA(20) dan EMA(20) ? Tidak ada tanda-tanda HRUM akan turun dan menembus support tersebut saat itu.

Pada tanggal 22-01-2013 saham ini dibuka pada harga 6.300, naik ke 6.350 dan turun ke 6.100. Terlihat jelas bahwa saat itu rebound dari HRUM sudah berakhir dan sudah menembus ke bawah SMA(20) dan EMA(20). Pada tanggal 23-01-2013 saham ini bertahan di level 6.100. Pada tanggal 25-01-2013 habislah sudah pertahanan level support ini, bukan hanya SMA(20) dan EMA(20) yang ditembus, level 6.094 dan 6.053 pun sudah ditembus. Saham ini jatuh ke 5.900 pada tanggal 25-01-2013. Jadi memang hanya sementara saja saham ini ditahan SMA(20) dan EMA (20) serta mengalami rebound. Analisa tanggal 15-01-2013 yang memprediksikan SMA(20) dan EMA(20) tersebut akan ditembus (breakout) dan saham ini akan bergerak turun mencari troughnya (bottomnya) sudah DIGENAPI/ TERJADI. Analisa tersebut digenapi/ terjadi/ terbukti dengan cara-cara yang AJAIB dan SULIT DIMENGERTI, sebab dinyatakan/ dikeluarkan pada saat gerakan turun HRUM TERTAHAN oleh SMA(20) dan EMA(20) serta mengalami REBOUND (bergerak naik). Jadi analisa mengenai sesuatu yang AKAN TERJADI pada HRUM tersebut SEBENARNYA BERLAWANAN dengan ARAH PERGERAKAN saham tersebut saat itu.

Pada chart HRUM terlihat bahwa stochastic hampir membentuk golden cross pada tanggal 15-01-2013. Stochastic membentuk golden cross tanggal 18-01-2013. RSI membentuk death cross tanggal 15-01-2013 dan membentuk golden cross pada tanggal 17-01-2013. Stochastic dan RSI kembali membentuk death cross pada tanggal 22-01-2013. MACD sejak tanggal 15-01-2013 membentuk death cross. Sampai tanggal 21-01-2013, candle stick memberikan gambaran terjadi rebound saham ini dan tidak memberikan gambaran bahwa support SMA(20) dan EMA(20) akan ditembus ke bawah. Sampai tanggal 21-01-2013, keempat macam indikator tersebut memberikan tanda/ signal yang berbeda-beda. Dari keempatnya, hanya MACD yang memberikan tanda/ signal yang benar kali ini. Tanda/ signal yang berbeda-beda tersebut akan membingungkan dan membuat para investor/ trader sulit mengambil keputusan.

Hal ini menunjukkan/ membuktikan bahwa indikator-indikator dan analisa dari Profit Trading lebih unggul/ superior daripada indikator-indikator dan analisa-analisa teknikal pada umumnya. Analisa saham HRUM yang sebelumnya sudah diposting dalam sebuah milis tersebut menunjukkan bahwa indikator-indikator dan analisa Profit Trading mempunyai kemampuan untuk menentukan BUY dan SELL AREA, dapat ditembus atau tidaknya suatu support/ resisten, sebagai indikator arah pergerakan (turun/ naik) saham/ produk sekuritas, penggunaannya mudah dan Plan of Action yang jelas (sell HRUM ≥ 6.350), memberikan batas keamanan yang baik, predictive value (nilai prediktif) dan tingkat akurasinya yang tinggi seperti yang ditunjukkan di atas. Kemampuan-kemampuan di atas merupakan keunggulan-keunggulan/ keistimewaan-keistimewaan analisa dari Profit Trading. Untuk melihatnya silahkan klik link ini.

Bagaimana dengan perjalanan HRUM menuju troughnya (bottomnya) ? Di level berapakah dan kapankah akan terjadi ?

Chart di bawah adalah chart HRUM dari 29-10-2012 s.d. 25-01-2013

Garis merah muda adalah SMA(20).

Saturday, January 12, 2013

ANALISA KEJATUHAN HARGA SAHAM SMCB


Kita mengetahui bahwa harga saham SMCB turun dalam pada tanggal 28-12-2012 karena kenaikan royalty yang harus dibayarkan oleh PT. Holcim Indonesia Tbk kepada Holcim Technology. Penurunan itu begitu cepat, dan sebelumnya tidak ada tanda-tanda SMCB akan turun. Penurunan yang cepat karena potensi penurunan laba akibat kenaikan besarnya royalty tersebut sudah tentu di luar jangkauan dan kemampuan dari analisa-analisa teknikal dan fundamental yang ada selama ini untuk mendeteksinya secara dini. Pada saat analisa teknikal menunjukkan SMCB mulai reversal naik dan breakout downtrend line jangka pendek, serta analisa fundamental saham ini menunjukkan baiknya fundamental saham ini, secara cepat dan mendadak harganya turun tajam.

Dengan penurunan secara cepat harga SMCB segera setelah pengumuman royalty agreement dari PT. Holcim Indonesia Tbk, tentunya hanya orang-orang yang punya akses secara cepat ke informasi tersebut yang paling dahulu mengetahuinya, sedangkan para investor/ trader umumnya banyak yang terlambat mengetahuinya. Mereka mengetahui setelah harga saham tersebut turun tajam dan berita tentang royalty agreement tersebut tersebar luas. Dengan demikian para retail investor/ trader yang memiliki saham tersebut, banyak yang terlambat menjual saham tersebut sebelum turun. Jadi naiknya volume perdagangan saham ini sampai lebih dari 13 kali rata-rata harian selama 3 bulan mengindikasikan keluarnya para market mover/ big money dari saham ini.

Bagaimana dengan analisa dari Profit Trading sendiri dalam mendeteksi dini penurunan SMCB tersebut. Apakah analisa dengan teknik dari Profit Trading juga tidak dapat mendeteksi dini akan turun dalamnya saham SMCB secara cepat dan mendadak saat itu ? Di bawah ini adalah analisa dengan memakai teknik tersebut.

PMI menunjukkan level terendah pada tanggal 19-12-2012 dan reversal naik pada tanggal 20-12-2012. PMI-R menunjukkan level terendah pada tanggal 20-12-2012. Ini menunjukkan waktu pembelian (time to buy) saham tersebut adalah tanggal 20-12-2012 pada harga 3.275. Selanjutnya PMI menunjukkan level tertingginya pada tanggal 26-12-2012 selanjutnya mulai reversal turun pada tanggal 27-12-2012. Sejak tanggal 21-12-2012 sampai 27-12-2012 PMI-R mengalami reversal naik. Ini menunjukkan bahwa menembus ke atasnya (break out) harga SMCB terhadap upper downtrend line jangka pendek pada tanggal 27-12-2012 bukan merupakan tanda/ signal kenaikan lebih lanjut harga dari saham tersebut dan saat itu sebenarnya sudah berada dalam posisi jual (sell).

RGW menunjukkan kenaikan downtrend strength dan kenaikan uptrend strength. SMCB mulai uptrend pada tanggal 27-12-2012. Ini sesuai dengan breakoutnya harga SMCB terhadap upper downtrend line jangka pendek pada tanggal 27-12-2012. Terlihat pada tanggal 27-12-2012 RGW juga tidak mendeteksi akan adanya penurunan tajam harga saham ini. Tampaknya ada upaya untuk menaikkan harga SMCB sejak tanggal 21-12-2012 agar saham ini kembali uptrend, akan tetapi tidak ditunjang dengan kenaikan volume transaksi yang bermakna seperti terlihat pada chart SMCB. Upaya untuk menaikkan harga SMCB juga terlihat pada tanggal 28-12-2012, di mana saham ini dibuka pada harga 3.500, kemudian naik ke 3.625 sebelum turun kembali.

Chart di bawah adalah chart SMCB dari 1-10-2012 s.d. 2-1-2013
 
AD Map menunjukkan puncak akumulasi terjadi pada tanggal 3-12-2012, sesudah itu mulai turun sampai tanggal 28-12-2012. VCI menunjukkan puncak akumulasi terjadi pada tanggal 14-11-2012, sesudah itu mulai turun sampai tanggal 28-12-2012. Ini berarti mulai tanggal 19-11-2012 sebenarnya sudah terjadi distribusi yang semakin lama semakin bertambah. Seharusnya para investor/ swing trader sudah menjual saham ini pada tanggal 19-11-2012, saat mulai terjadi distribusi dan harga saham ini mulai reversal turun. Harga SMCB sebenarnya sudah mulai melemah sejak tanggal 19-11-2012. Kenaikan harga SMCB mulai tanggal 21-12-2012 yang membentuk three white soldiers dan menembus (break out) ke atas upper downtrend line jangka pendek, bukan merupakan tanda/ signal bagi para investor/ swing trader untuk membeli (buy) saham ini.
 
Analisa Profit Trading juga mendeteksi bahwa sejak tanggal 26-12-2012 SMCB sudah berada di SELL AREA. Rekomendasi untuk saham ini adalah sell ≥ 3.400 pada tanggal 26-12-2012. Jadi level sell (jual) saham tersebut sejak tanggal 26-12-2012 sampai tanggal 28-12-2012 adalah sell pada harga 3.400 – 3.625. Dengan menggunakan level sell (jual) tersebut, para investor/ swing trader dapat terhindar dari kerugian akibat turunnya harga saham SMCB pada tanggal 28-12-2012. Ini merupakan bukti keunggulan teknik analisa dari Profit Trading dibandingkan analisa-analisa teknikal dan fundamental pada umumnya.
 
Pada tanggal 28-12-2012 terlihat adanya upaya mengangkat harga saham ini lebih tinggi lagi. Harga saham ini diangkat dari 3.500 ke 3.625. Tampaknya para market mover ingin menimbulkan kesan bahwa SMCB akan bergerak naik lebih jauh, sebelum pengumuman royalty agreement,  sehingga para investor/ trader berlomba melakukan pembelian dan mengalami corner (tersangkut) sewaktu harganya turun. Akan tetapi hal tersebut tampaknya kurang berhasil. Saham ini mendapatkan tekanan jual yang kuat dan harganya kembali turun ke sekitar 3.475 – 3.500, sebelum akhirnya turun ke 2.800 karena pengumuman tersebut. Kejadian tersebut memicu gelombang sell off pada tanggal 2-1-2013 sehingga harganya turun ke 2.600 atau turun sekitar 25,18 %. Ini sesuai dengan perhitungan potensi penurunan laba bersih sebesar 20 % - 30 % dari Profit Trading.



 

Monday, December 31, 2012

KEJUTAN SMCB DI AKHIR TAHUN 2012


Bursa saham Indonesia mendapat kejutan di akhir tahun 2012. Pada tanggal 28-12-2012 saham SMCB turun dengan tajam. Padahal saham ini adalah salah satu saham pilihan dari para investor/ trader di BEI.

Apa kurangnya saham PT. Holcim Indonesia Tbk ini ? SMCB termasuk saham dalam industri dasar/ basic industry, salah satu sektor yang memberikan return tinggi. Sejak tanggal 26-09-2011 saham ini bergerak naik (uptrend). Sejak saat itu di mana harga terendah SMCB di 1.650, sampai dengan tanggal 14-11-2012 di mana harga tertingginya di 3.900, SMCB sudah memberikan profit sebesar 2.250/ lembar saham atau sekitar 136,36 % dalam 13,5 bulan. Bila mengacu pada harga 2.100 pada tanggal 2-1-2012, maka saham ini sudah memberikan profit sebesar 1.800/ lembar saham atau sekitar 109,09 % dalam 12 bulan. Profit ini masih jauh lebih besar daripada profit yang didapatkan dari INTP dan SMGR dalam rentang masa yang sama.

Setelah mencapai harga 3.900, pada tanggal 15-11-2012 SMCB mulai turun dan mencapai 3.275 pada tanggal 20-11-2012. Pada tanggal 21-12-2012 saham ini mulai naik kembali. Stochastic sudah membentuk golden cross pada tanggal 26-12-2012 dan masih bergerak naik pada tanggal 27-12-2012. RSI dan MACD juga mulai berbalik naik sejak tanggal 21-12-2012. Sejak tanggal 21-12-2012 terbentuk three white soldiers ( 3 buah white candle yang semakin naik posisinya) sebagai tanda reversal naik. Bila ditarik trend line dari tanggal 26-09-2011 sampai sekarang, terlihat SMCB masih uptrend. Saham ini juga sudah breakout upper downtrend line jangka pendek pada tanggal 27-12-2012.  Pada tanggal 27-12-2012, tidak ada tanda-tanda bahwa SMCB akan turun dalam keesokan harinya.

Secara fundamental, SMCB juga tidak kalah daripada INTP dan SMGR. PER dan PBV dari SMCB lebih rendah daripada kedua saham lainnya. Q3 2012 SMCB berhasil mencetak laba bersih periode berjalan sebesar Rp 911,62 milyar, naik tajam dibanding Q3 2011 Rp 740,42 milyar. Kenaikan laba bersih ini ditopang oleh naiknya penjualan , yaitu dari Rp 5,41 triliun pada Q3 2011 menjadi Rp 6,51 triliun pada Q3 2012. EPS Q3 2012 Rp 119 naik dari Rp 97 pada Q3 2011. Jadi secara analisa teknikal mau pun fundamental, tidak ada tanda-tanda bahwa SMCB akan turun dalam pada tanggal 28-12-2012. SMCB adalah saham pilihan dan layak dikoleksi. Ini berarti analisa-analisa tersebut telah gagal mendeteksi penurunan tajam dari SMCB tanggal 28-12-2012.

Apakah anda sepakat bahwa inilah jenis saham yang dapat membuat investor menjadi kaya dengan hanya tidur saja ? Tentunya tidak sedikit investor/ trader yang memiliki saham ini. Lalu mengapa hanya dalam 1 hari saja saham ini turun 19,42 % ke 2.800 dan ditutup di 2.900 (turun 16,55 %) pada tanggal 28-12-2012 ?

Chart di bawah ini adalah chart SMCB dari tanggal 1-8-2011 s.d. 31-12-2012
 
Chart di bawah adalah chart SMCB dari 1-10-2012 s.d. 31-12-2012

Pada tanggal 29-12-2012 muncullah berita di beberapa web berita, bahwa pada tanggal 26-12-2012 PT. Holcim Indonesia Tbk sudah menandatangani royalty agreement dengan Holcim Technology. Salah satu butir kesepakatan itu adalah kenaikan besarnya royalty yang dibayarkan menjadi 4 % di tahun 2013 dan 5 % di tahun-tahun berikutnya. Tingkat itu naik 2,3 % dari royalty sebelumnya sebesar 1,7 %. Untuk laba bersih SMCB akan terjadi penurunan antara 20 % sampai 30 %. Royalty agreement ini disampaikan manajemen PT. Holcim Indonesia Tbk kepada BEI pada tanggal 28-12-2012, dan pada hari yang sama jam 15.23, saham ini mulai bergerak turun dari 3.475 sampai ke 2.800 dan ditutup pada harga 2.900. Saat itu volume perdagangan saham ini naik lebih dari 13 kali rata-rata harian selama 3 bulan. Kondisi yang menimpa SMCB ini serupa dengan UNVR.

Dengan kejadian yang menimpa SMCB tersebut, strategi apakah yang harus dilakukan untuk SMCB saat ini ? Kapan dan di manakah trough dari saham ini ? Apakah kini saatnya untuk buy atau bottom fishing saham ini ?

Saturday, December 15, 2012

ASII : time to buy or time to sell

Review ASII 5-10-2012 s.d. 14-12-2012
 
Pada tanggal 12-11-2012, bertepatan dengan lahirnya profittrading77@yahoogroups.com, saya membuka topik pertama dengan ASII. Setelah mencapai harga tertingginya 8.300 tanggal 5-10-2012, ASII sudah turun 600 ke 7.700. Menurut anda apakah saat ini sudah saatnya membeli ASII ?

Setiap hari kita melihat saham-saham ditransaksikan dalam market. Ada yang membeli (buy), sebaliknya ada yang menjual (sell) saham-saham tersebut. Ini menunjukkan adanya perbedaan pandangan dari para trader/ investor mengenai suatu saham dalam market. Dalam pandangan orang awam, mungkin sulit untuk menentukan apakah saat tersebut adalah saat yang tepat untuk membeli (time to buy) atau saat yang tepat untuk menjual (time to sell) suatu saham.  
Pada tanggal 4-10-2012 ASII menembus ke atas (break out) resisten 7.550, sehingga saat itu ada yang menganjurkan untuk membeli ASII. Sehari sesudahnya, tanggal 5-10-2012, ASII mencapai harga tertinggi 8.300 dan ditutup pada harga 8.200.  Harga 8.300 adalah all time high ASII, setelah itu ASII mengalami penurunan, walau pun trend masih naik. Pada tanggal 12-11-2012, ASII dibuka dengan harga 7.800, naik ke 7.850, kemudian turun ke 7.700. Saat itulah topik pembicaraan ini saya kemukakan ke milis group.  

Pada tanggal 6-11-2012, ASII tidak menembus ke bawah support 7.550, yang ditembus ke atas saat menjadi resisten tanggal 4-10-2012. Sesudah itu saham ini bergerak naik kembali. Jadi ketika ASII turun dari 7.850 ke 7.700 tanggal 12-11-2012, sebagian investor/ trader mungkin menganggap saat itu adalah saat yang tepat untuk membelinya, sebab ASII sudah turun 600 dari harga 8.300 dan 4 hari sebelumnya sudah berbalik ke atas (up reversal) dari harga 7.550 yang menjadi supportnya.   

Sesungguhnya saat itu ASII masih berada dalam posisi jual dengan peaknya di 7.850. Harga jual terbaik saat itu adalah 7.800-7.850, bukan 7.700. Kita dapat melihat bahwa Stochastic membentuk death cross, RSI dan MACD masih menunjukkan penurunan. Masih banyak lagi tanda-tanda ASII masih akan mengalami penurunan, kalau mau diperhatikan. Jadi, walau pun ASII sudah turun 600 dari 8.300 ke 7.700, saat itu bukanlah saat yang tepat untuk membeli ASII. Kalau demikian, pertanyaannya adalah kapan dan di level berapa saatnya membeli ASII ? ...:)

Pada tanggal 14-11-2011, ASII dibuka dengan harga 7.700, turun ke 7.600, kemudian naik dan ditutup pada harga 7.750. Seorang anggota milis mengemukakan pendapat, bahwa ASII masih konsolidasi di 7.600 – 7.800 dan belum ada tanda-tanda buy. Sebenarnya dalam masa konsolidasi tersebut, setiap investor/ trader dengan mudah dapat mengetahui/ melakukan pembelian di 7.600 dan penjualan di 7.800 – 7.850, karena harga bergerak dalam range 7.600 – 7.850. Akan tetapi kalau demikian, pertanyaan tentang saat beli dan harga beli yang tepat di atas MENJADI TANPA ARTI. Pastilah pertanyaan tersebut bukan bermaksud menunjukkan harga 7.600 sebagai harga beli ASII yang tepat.
ASII bergerak naik dan tanggal 20-11-2012 kembali mencapai 7.850, setelah itu turun ke 7.650 dan ditutup di 7.700. Pada tanggal 21-11-2012 ASII dibuka di 7.750, kemudian turun kembali ke 7.650 dan ditutup di 7.700. Tanggal 22-11-2012 ASII kembali naik. Saham ini dibuka di 7.650 dan mencapai harga tertinggi 7.800, kemudian ditutup di 7.750.

Pada tanggal 26-11-2012 ASII menembus ke atas (breakout) resisten 7.850. ASII naik mencapai 7.950 dan ditutup di 7.900. Saat ini sebagian investor/ trader mungkin beranggapan bahwa ASII akan terus bergerak naik dan merupakan saatnya membeli (time to buy) ASII. Apalagi sejak tanggal 23-11-2012, Stochastic sudah membentuk GOLDEN CROSS, dan histogram MACD sudah semakin berkurang minusnya. Mereka beranggapan tinggal 1 resisten lagi yang harus ditembus, yaitu 8.300, sesudah itu ASII akan terbang ke awang-awang. Mereka berharap, seperti biasanya ASII berhasil breakout resisten dan membentuk new high. Akan tetapi kalau demikian, pertanyaan tentang saat beli dan harga beli yang tepat di atas MENJADI TANPA ARTI. Kalau ASII berhasil breakout all time high, lalu kapan waktunya membeli ASII ? Apakah setelah ASII breakout all time high (> 8.300) barulah membelinya, seperti para penganut Darvas dan breakout trading type ? Kalau demikian, mengapa tidak menganjurkan membeli saja saat harganya turun ke 7.600 tanggal 14-11-2012 atau setelah harganya berbalik ke atas, karena lebih murah ? ASII saat itu sebenarnya berada pada SELL AREA, dan semua saham yang berada dalam sell area akan mendapat tekanan jual yang kuat dan kembali turun.
Pada tanggal 27-11-2012, hanya sehari sesudahnya, ASII berbalik turun dan menembus ke bawah (breakout) support 7.850. Para penganut teori Darvas dan breakout trading type yang membeli ASII dengan harga 7.900 – 7.950 (harga > 7.850), terkena jebakan breakout. Ini mungkin untuk kesekian kalinya mereka terkena jebakan breakout. Kejadian tanggal 27-11-2012 tersebut dan selanjutnya menunjukkan bahwa pertanyaan : “kapan dan di level berapa saatnya membeli ASII ?”, BUKAN merupakan pertanyaan yang TANPA ARTI.
Setelah itu ASII terus turun sampai ke 6.800 dan ditutup di 6.900 pada tanggal 4-12-2012. Mulai tanggal 5-12-2012 ASII kembali bergerak naik. Pada tanggal 5-12-2012, kembali Stochastic membentuk GOLDEN CROSS, histogram MACD semakin berkurang minusnya. Apakah ini merupakan saat dan level yang tepat untuk membeli ASII ?
Dengan metode analisa dari Profit Trading, terlihat bahwa PMI dan PMI-R dari ASII menunjukkan level terendahnya pada tanggal 4-12-2012 dan pada tanggal 5-12-2012 mulai naik. RGW menunjukkan nilai terendahnya pada tanggal 3-12-2012 dan mulai reversal naik pada tanggal 4-12-2012. AD Map dan VCI menunjukkan level terendahnya pada tanggal 4-12-2012 menandai akhir dari distribusi. Jadi memang time to buy yang ditanyakan di atas adalah level 6.800 tanggal 4-12-2012. Level buy ini sebenarnya sebelumnya sudah diestimasikan oleh analisa dari Profit Trading. Jadi dengan menjual (sell) ASII di 8.300 tanggal 5-10-2012 dan membelinya kembali di 6.800 tanggal 4-12-2012, maka para trader akan mendapatkan profit sebesar 1.500 atau sekitar 22,06 %. Inilah esensi dari teknik swing trading, sell di peak/ puncak dan buy di trough/ bottom atau sebaliknya, buy di trough/ bottom dan sell di peak/ puncak. 

Bagaimana dengan para investor/ trader yang menyimpan ASII sewaktu turun dari 8.300 ? Mereka harus menggigit jari dan terpaksa menunggu ASII naik kembali.
Pada tanggal 6-12-2012 ASII naik ke 7.150, kemudian turun ke 7.050. Pada tanggal 7-12-2012 ASII dibuka pada harga 7.000, kemudian naik ke 7.100 dan ditutup pada harga 7.050. Pada tanggal 10-12-2012 ASII kembali bergerak dalam range 7.000 – 7.100. Selama 3 hari belum ada tanda-tanda yang jelas dari kenaikan ASII. Pada tanggal 11-12-2012 dan 12-12-2012 barulah tanda-tanda reversal naik ASII menjadi nyata.

Chart di bawah adalah chart ASII dari tanggal 1-10-2012 s.d. 14-12-2012.
 
Setelah berhasil membeli ASII di trough/ bottomnya, kembali muncul pertanyaan, yaitu kapan dan di level berapakah ASII tersebut sebaiknya dijual / time to sell ASII ? Apakah ini saatnya sell ASII atau belum ?

Monday, December 20, 2010

Review INDY 25-10-2010 s.d. 19-11-2010

Tabel di bawah adalah rekomendasi day trading untuk INDY yang saya berikan kepada para member yang mendaftar untuk analisa saham saya. Analisa-analisa saham tersebut saya berikan pagi hari sebelum pasar saham (market) pada hari yang saya analisa dibuka.


Berikut di bawah ini adalah tabel pergerakan harga saham INDY dari tanggal 25-10-2010 sampai dengan 19-11-2010.


Pergerakan harga INDY mulai 25-10-2010 sampai 02-11-2010 terlihat pada tabel di atas. INDY mencapai harga tertinggi 3.800 dan ditutup pada harga 3.750 pada tanggal 02-11-2010.

Pada tanggal 03-11-2010, Profit Trading mengeluarkan analisa di atas. Sesuai analisa, bila INDY dibuka pada harga 3.750 dan naik mencapai 3.800, maka rekomendasinya adalah sell ≥ 3.800, kemudian buy back di 3.600 – 3.625. Sebaliknya bila INDY turun mencapai 3.600 – 3.625, maka rekomendasinya adalah buy di 3.600 – 3.625, kemudian sell ≥ 3.750. Pada hari itu, INDY dibuka pada harga 3.750, naik ke 3.775, kemudian turun ke 3.625 dan ditutup pada harga 3.675. Karena INDY tidak naik mencapai 3.800, maka rekomendasinya adalah buy di 3.600 - 3.625, kemudian sell ≥ 3.750. Para trader/ investor dapat melakukan buy INDY di 3.625. Harga beli yang direkomendasikan dalam analisa INDY tanggal 03-11-2010 merupakan harga terendah INDY pada hari itu. Ini menunjukkan ketepatan analisa dari Profit Trading. Mulai tanggal 04-11-2010, para trader/ investor tidak akan kesulitan untuk menjual INDY ≥ 3.750. INDY mencapai harga 3.925 pada tanggal 08-11-2010 sampai 10-11-2010. Pada tanggal 10-11-2010 INDY ditutup pada harga 3.900.

Pada tanggal 11-11-2010 Profit Trading mengeluarkan analisa di atas. Hari itu bertepatan dengan pembagian deviden saham INDY. INDY dibuka turun (gap down) pada harga 3.725. Tidak ada rekomendasi untuk INDY pada harga pembukaan 3.725 pada analisa di atas. Akan tetapi coba perhatikan analisa INDY tanggal 11-11-2010 di atas. Apakah para trader, investor atau analisa dapat melihat keanehan dari analisa INDY tanggal 11-11-2010 tersebut ?. Keanehannya adalah hilangnya Buy Area pada harga pembukaan yang semakin rendah. Ini menunjukkan bahwa penurunan harga pembukaan INDY pada saat itu merupakan tanda LEMAHNYA DEMAND (PERMINTAAN) saham INDY. Pada analisa INDY tanggal 11-11-2010, terlihat bahwa pada harga pembukaan 3.925, masih terdapat rekomendasi buy bila INDY bergerak naik dahulu ke ≥ 3.950, dan kemudian turun ke 3.850. Pada harga pembukaan 3.900, tidak ada rekomendasi buy bila INDY bergerak naik dahulu ke ≥ 3.925 dan kemudian turun. Sebaliknya rekomendasi buy muncul saat INDY bergerak turun ke 3.875. Rekomendasi buy pada harga pembukaan 3.900 dan 3.925 adalah pada sekitar harga 3.850 – 3.875. Pada harga pembukaan 3.875, tidak ada rekomendasi buy baik INDY bergerak naik atau pun turun. Ini berarti pada harga pembukaan 3.875 atau kurang, tidak ada rekomendasi buy untuk INDY. Jadi rekomendasi untuk INDY pada harga pembukaan 3.725 adalah SELL baik INDY bergerak naik atau pun turun.

Pada tanggal 11-11-2010, INDY turun ke 3.700 dengan volume kecil (tidak bermakna). INDY kemudian naik sampai 3.825 (tidak mencapai 3.850 - 3.875). Jadi yang harus dilakukan trader/ investor saat itu adalah sell INDY pada harga 3.800 – 3.825. INDY dapat dibuy back setelah harganya turun beberapa hari kemudian. INDY tidak dibuy back pada tanggal 11-11-2010, sebab tidak ada rekomendasi buy back pada hari itu. Tidak adanya rekomendasi buy back menunjukkan INDY akan turun.

Pada tanggal 12-11-2010 INDY bergerak turun lagi. Pada tanggal 15-11-2010 dan 16-11-2010 INDY turun mencapai 3.575. Saat itu para trader/ investor tidak akan kesulitan untuk membeli kembali (buy back) dan memperoleh keuntungan dari INDY yang dijual pada harga 3.800 – 3.825 tersebut. Pada tanggal 18-11-2010, INDY mulai naik kembali.

Review GREN-W 25-10-2010 s.d. 15-11-2010

Tabel di bawah adalah rekomendasi day trading untuk GREN-W yang saya berikan kepada para member yang mendaftar untuk analisa saham saya. Analisa-analisa saham tersebut saya berikan pagi hari sebelum pasar saham (market) pada hari yang saya analisa dibuka.


Berikut di bawah ini adalah tabel pergerakan harga GREN-W dari tanggal 25-10-2010 sampai dengan 15-11-2010.


Analisa untuk GREN-W tanggal 27-10-2010 hanya berisi rekomendasi jual saja, tanpa rekomendasi beli. Pada saat itu GREN-W dibuka pada harga 16. Sesuai rekomendasi, bila dapat naik mencapai 17 maka rekomendasinya sell GREN-W ≥ 17. Trader/ investor dapat menjual GREN-W pada harga 17 – 18. Rekomendasi jual GREN-W tanpa ada rekomendasi beli kembali menunjukkan GREN-W berada di Sell Area dan mendapat tekanan jual. Kesempatan untuk menjual GREN-W ≥ 17 hanya ada pada tanggal 27-10-2010. Setelah itu GREN-W mulai bergerak turun seperti terlihat pada tabel harga di atas. Para trader/ investor yang menjual GREN-W ≥ 17 pada tanggal 27-10-2010, tidak akan kesulitan untuk buy back dan memperoleh keuntungan. Pada tanggal 11-11-2010 sampai 15-11-2010 GREN-W mencapai harga terendah 11. Itulah saat paling tepat untuk melakukan buy back GREN-W.

Buy back GREN-W tidak dilakukan pada tanggal 27-10-2010 sebab tidak ada rekomendasi buy back pada analisa hari itu. Tidak adanya rekomendasi buy back menunjukkan waran ini akan turun. Sekali lagi Profit Trading menunjukkan ketepatan analisanya melalui analisa GREN-W tersebut di atas.

Sunday, December 12, 2010

Review BBTN 11-10-2010 s.d. 05-11-2010

Tabel di bawah adalah analisa day trading untuk BBTN yang saya berikan kepada para member yang mendaftar untuk analisa saham saya. Analisa-analisa saham tersebut saya berikan sebelum pasar saham (market) pada hari yang saya analisa dibuka.


Berikut di bawah ini adalah tabel pergerakan harga saham BBTN dari tanggal 11-10-2010 sampai dengan 05-11-2010.


Pergerakan harga BBTN dari tanggal 11-10-2010 sampai tanggal 28-10-2010 dapat dilihat pada tabel di atas. Pada tanggal 29-10-2010 saya mengeluarkan analisa di atas. Sesuai analisa, bila BBTN dibuka pada harga 2.000 dan naik sampai mencapai 2.025, maka rekomendasinya adalah sell ≥ 2.025 dan kemudian buy back di 1.990. Setelah itu saham BBTN yang dibeli kembali dapat dijual kembali pada harga 2.025. Jelas terlihat bahwa rekomendasi tersebut dapat dilakukan trader/ investor. Mereka dapat menjual BBTN pada harga 2.025 dan membelinya kembali pada harga 1.990 pada tanggal 29-10-2010. Mereka juga dapat menjual kembali BBTN yang dibuy back pada harga 1.990 dengan harga 2.025 sesuai rekomendasi pada tanggal 01-11-2010 dan 02-11-2010.

Analisa saham BBTN tanggal 29-10-2010 tidak perlu diragukan lagi merupakan analisa yang SANGAT TEPAT dan LUAR BIASA. Para trader/ investor mendapatkan harga jual dan harga beli yang TERBAIK untuk BBTN pada saat itu, sebab harga 2.025 dan 1.990 adalah harga-harga yang merupakan TITIK-TITIK KUNCI pergerakan BBTN saat itu. Pada tanggal 03-11-2010, BBTN mulai bergerak turun.

Review DILD-W 18-10-2010 s.d. 10-12-2010

Tabel di bawah adalah rekomendasi day trading untuk DILD-W yang saya berikan kepada para member yang mendaftar untuk analisa saham saya. Analisa-analisa saham tersebut saya berikan pagi hari sebelum pasar saham (market) pada hari yang saya analisa dibuka.


Berikut di bawah ini adalah tabel pergerakan harga saham DILD-W dari tanggal 18-10-2010 sampai dengan 05-11-2010.


Dalam Review DILD-W 28-09-2010 s.d. 08-10-2010, saya mengatakan agar trader/ investor tidak membeli kembali (buy back) DILD-W yang sudah dijual seharga 95 – 96 pada tanggal 07-10-2010 karena DILD-W berada di Upper Sell Area. Trader/ investor sebaiknya menunggu adanya buy signal (sinyal beli) terlebih dahulu.

Rekomendasi saya tersebut ternyata sangat tepat dan sesuai dengan pergerakan harga DILD-W sesudah tanggal 07-10-2010. Posisi harga DILD-W yang berada di Sell Area membuatnya mendapatkan tekanan jual dan turun. Trader/ investor yang sudah menjual DILD-W dan terburu-buru membelinya kembali justru rugi karena membeli dengan harga yang lebih tinggi daripada kalau mereka tidak terburu-buru membelinya.

Dalam Review DILD-W 11-10-2010 s.d. 15-10-2010, analisa saya tanggal 14-10-2010 memberikan rekomendasi sell di 87 karena DILD-W dibuka pada harga 88 dan tidak dapat naik mencapai 89. Saat itu saya kembali menyatakan bahwa tidak ada rekomendasi beli pada analisa tanggal 14-10-2010 menunjukkan tidak adanya sinyal beli dan DILD-W masih berada di Sell Area. Ini berarti DILD-W masih turun.

Rekomendasi tersebut kembali terbukti tepat sekali. DILD-W terbukti masih turun. Walau pun pada tanggal 19-10-2010 DILD-W sempat naik ke 92, akan tetapi kemudian turun kembali sampai 83 pada tanggal 21-10-2010.

Pada tanggal 27-10-2010, saya mengeluarkan analisa di atas. Sesuai analisa, kembali tidak ada rekomendasi untuk membeli DILD-W. Ini menunjukkan DILD-W masih tetap berada di Sell Area (area jual). DILD-W dibuka pada harga 87 dan tidak naik mencapai 88. DILD-W turun sampai 84 dan ditutup pada harga 85. Karena DILD-W turun mencapai 85, maka rekomendasinya adalah sell di 85. Para trader/ investor sebenarnya dapat menjual DILD-W pada harga 86 – 87, karena rekomendasi untuk DILD-W bila harganya naik atau pun turun adalah menjual DILD-W.

Mulai tanggal 28-10-2010, DILD-W mulai bergerak naik. DILD-W naik sampai harga 95 dan ditutup pada harga 94. Pada tanggal 29-10-2010, DILD-W mencapai harga tertinggi 99 dan ditutup pada harga 95. Tampaknya para trader/ investor yang menjual DILD-W pada harga 85 tanggal 27-10-2010, menjual pada harga 87 tanggal 14-10-2010 dan menjual pada harga 95 – 96 tanggal 07-10-2010 akan mengalami kerugian bila DILD-W terus bergerak naik, sebab tidak ada rekomendasi untuk buy back DILD-W. Apakah benar demikian ?.

Selama ini DILD-W hampir selalu berada di Sell Area, maka kenaikan DILD-W tersebut bukanlah berdasarkan mekanisme keseimbangan supply and demand (penawaran dan permintaan), melainkan diangkat oleh suatu kekuatan yang mampu menggerakkan harga (market mover) melawan mekanisme keseimbangan supply and demand tersebut. Sama seperti yang saya katakan terhadap saham BJBR, tekanan jual dan hilangnya kendali dari penggerak harga (market mover) atas kenaikan waran inilah yang pada akhirnya akan membuat harga waran ini jatuh.

Pada tanggal 01-11-2010 DILD-W mulai turun. Pada tanggal 05-11-2010 saya mengeluarkan analisa di atas. Sesuai analisa, bila DILD-W dibuka pada harga 93, maka kembali tidak ada rekomendasi untuk buy DILD-W. Bila DILD-W naik, rekomendasinya adalah sell ≥ 94. Sebaliknya bila DILD-W turun, rekomendasinya adalah sell DILD-W di 91. DILD-W saat itu naik sampai 94 dan ditutup pada harga 92. Jadi trader/ investor yang masih memiliki DILD-W, sebaiknya menjual waran tersebut pada harga 94.

Apakah para trader/ investor yang mengikuti analisa saham Profit Trading dengan menjual DILD-W seharga 95 – 96 pada tanggal 07-10-2010, menjual seharga 87 pada tanggal 14-10-2010, menjual seharga 85 pada tanggal 27-10-2010, dan menjual seharga 94 pada tanggal 05-11-2010 AKAN MENGALAMI KERUGIAN, karena analisa saham Profit Trading TIDAK MENGANJURKAN UNTUK BUY BACK DILD-W ?. Padahal DILD-W sempat naik sampai melebihi harga-harga jual tersebut di atas.

Berikut di bawah ini adalah chart DILD-W sampai tanggal 10-12-2010. Tanggal-tanggal dalam chart tersebut adalah tanggal-tanggal analisa DILD-W diberikan kepada para member Profit Trading.


Pada tanggal 10-12-2010, DILD-W sudah turun sampai 68 dan ditutup pada harga 70, tanpa ada tanda-tanda waran ini akan segera reversal dan mengalami trend naik. Ini berarti rekomendasi-rekomendasi sell tanpa rekomendasi buy back DILD-W bukan hanya sekedar tepat, tetapi juga LUAR BIASA. Secara keseluruhan, analisa DILD-W dari Profit Trading benar-benar mampu menggambarkan keadaan dari waran ini sampai jauh ke masa depan. Analisa DILD-W hampir selalu berada di Sell Area dan tidak merekomendasikan buy back DILD-W benar-benar menunjukkan bahwa waran ini berada dalam trend turun dan tidak ada tanda-tanda reversal naik. Pergerakan harga DILD-W membuktikan bahwa Sell Area dan Buy Area produk sekuritas yang ditemukan oleh Profit Trading MEMANG BENAR-BENAR ADA, TEPAT dan TERUJI. Sekali pun DILD-W kadang-kadang naik, itu hanya merupakan rebound sesaat. Untuk kesekian kalinya analisa saham Profit Trading TERBUKTI SANGAT TEPAT dan LUAR BIASA.

Para trader, investor atau analis saham dapat membandingkan analisa-analisa DILD-W dari Profit Trading dengan Candle Stick dari DILD-W. Pada tanggal 04-11-2010 Candle Stick DILD-W membentuk WHITE HAMMER di BOTTOM. Ini berarti merupakan sinyal reversal naik DILD-W tanggal 05-11-2010. Akan tetapi pada tanggal 05-11-2010 dan sesudahnya, DILD-W bergerak turun. Sesudah tanggal 05-11-2010, para trader, investor atau pun analis saham juga dapat melihat, bahwa Candle Stick DILD-W sudah beberapa kali menunjukkan tanda-tanda reversal naik, akan tetapi sinyal-sinyal reversal dari Candle Stick tersebut SALAH. DILD-W MASIH TETAP SAJA TURUN, walau pun Candle Sticknya sudah beberapa kali menunjukkan pola DOJI dan HAMMER di BOTTOM. Analisa DILD-W dari Profit Trading SUDAH BERKALI-KALI (bukan cuma sekali) sejak tanggal 07-10-2010 SUDAH MENUNJUKKAN bahwa DILD-W AKAN TURUN dan TIDAK MEREKOMENDASIKAN BUY BACK DILD-W. Pada chart DILD-W di atas juga terlihat bahwa analisa saham dari Profit Trading SUDAH MENDETEKSI TREND TURUN dari DILD-W JAUH SEBELUM Candle Stick DILD-W menunjukkan trend turun. Candle Stick menunjukkan bahwa DILD-W dari tanggal 20-09-2010 sampai 11-11-2010 masih bergerak sideways, belum menunjukkan trend turun. Ini disebabkan analisa saham Profit Trading dapat mendeteksi kekuatan demand / buyer dan supply / seller DILD-W dalam market dengan SANGAT TEPAT dan JAUH LEBIH SENSITIF daripada Candle Stick. Tekanan jual DILD-W sudah terdeteksi jauh sebelum trend turun pada DILD-W terjadi dan terlihat pada Candle Stick. Sebelum trend turun terlihat jelas, analisa-analisa DILD-W tanggal 07-10-2010, 14-10-2010, 27-10-2010 dan 05-11-2010 dari Profit Trading sudah menunjukkan bahwa DILD-W hampir selalu di Sell Area dan rekomendasinya adalah SELL TANPA BUY BACK. Ini berarti tekanan jual lebih kuat daripada tekanan beli dan DILD-W akan TURUN.

Thursday, November 25, 2010

Review DILD 25-10-2010 s.d. 29-10-2010

Tabel di bawah adalah rekomendasi day trading untuk DILD yang saya berikan kepada para member yang mendaftar untuk analisa saham saya. Analisa-analisa saham tersebut saya berikan pagi hari sebelum pasar saham (market) pada hari yang saya analisa dibuka.


Berikut di bawah ini adalah tabel pergerakan harga saham DILD dari tanggal 25-10-2010 sampai dengan 29-10-2010.


Saham DILD mulai naik pada tanggal 28-10-2010. Pada tanggal 29-10-2010 saham ini dibuka pada harga 500. Sesuai analisa di atas, maka bila DILD naik mencapai 510, maka rekomendasinya adalah sell ≥ 510, kemudian buy kembali di 475. Para trader/ investor dapat menjual DILD pada harga 510 – 530. Walau pun mereka tidak dapat membeli kembali pada harga 475 saat itu, mereka sama sekali tidak mengalami kerugian dengan menjual DILD pada harga 510 - 530. Harga tersebut adalah harga jual terbaik DILD yang dapat mereka peroleh.

Pada tanggal 01-11-2010, DILD mulai turun. Pada tanggal 24-11-2010, DILD sudah turun sampai 440 dan ditutup pada harga 450. Pada tanggal 25-11-2010, DILD turun sampai 445 dan ditutup pada harga 450 kembali.

Review saham DILD ini kembali membuktikan untuk kesekian kalinya, bahwa analisa saham dari Profit Trading adalah satu di antara analisa saham yang terbaik.

Sunday, November 14, 2010

Review TLKM 01-11-2010 s.d. 12-11-2010

Tabel-tabel di bawah adalah analisa day trading untuk TLKM yang saya berikan kepada para member yang mendaftar untuk analisa saham saya. Analisa-analisa saham tersebut saya berikan sebelum pasar saham (market) dari hari yang saya analisa dibuka.


Berikut di bawah ini adalah tabel pergerakan harga saham TLKM dari tanggal 01-11-2010 sampai dengan 12-11-2010.


Beberapa analis saham yang mempelajari Candle Stick kadang terlalu melebih-lebihkan kemampuan Candle Stick. Sebaliknya karena ketidaktahuannya, beberapa analis juga menganggap analisa saham Profit Trading hanya biasa-biasa saja. Saya katakan Candle Stick sebenarnya bukanlah teknik analisa teknikal yang sempurna, di samping memang memiliki kelebihan dibandingkan indikator lainnya, terutama dalam hal menunjukkan adanya sinyal-sinyal reversal. Pada review saham TLKM kali ini, saya akan menunjukkan kelemahan-kelemahan Candle Stick yang justru terletak pada kelebihannya, yaitu untuk menunjukkan adanya sinyal-sinyal reversal. Saya juga akan membandingkannya dengan analisa saham dari Profit Trading.

TLKM mencapai harga tertingginya 9.800 pada tanggal 05-10-2010 dan 06-10-2010. Pada tanggal 06-10-2010 TLKM mulai turun. Setelah turun mencapai harga terendah 8.850 pada tanggal 25-10-2010, saham ini naik kembali mencapai 9.250 pada tanggal 28-10-2010 dan 29-10-2010. Pada tanggal 29-10-2010, saham TLKM mulai turun kembali.

Pada tanggal 01-11-2010 sampai 03-11-2010 TLKM turun. Pada tanggal 04-11-2010 saham ini mulai naik. Banyak trader, investor dan analis saham berpikir bahwa TLKM sudah reversal naik setelah turun dalam. Coba perhatikan chart TLKM sampai penutupan tanggal 04-11-2010. Candle Stick TLKM saat itu membentuk white spinning tops di bottom, bersama dengan candle sebelumnya membentuk pola bullish harami. Posisi candle stick TLKM juga sudah berada di bawah batas bawah Bollinger Bands. Ini merupakan sinyal reversal naik. Stochastic, RSI, MACD dan ADX masih menunjukkan pola bearish. Akan tetapi pada tanggal 05-11-2010, TLKM kembali turun lebih dalam lagi. TLKM turun sampai 7.750 dan ditutup pada harga 7.850. Candle Sticknya membentuk long black candle yang turun di bawah Candle Stick tanggal 04-11-2010. Kedua candle tanggal 04-11-2010 dan 05-11-2010 tersebut membentuk pola bearish engulfing. Candle Stick sekarang menunjukkan sinyal bearish. Ini berarti sinyal reversal naik dari Candle Stick tanggal 04-11-2010 SALAH. Candle Stick tanggal 04-11-2010 sebenarnya hanya menunjukkan pergerakan harga dan adanya kenaikan harga penutupan dibandingkan dengan harga pembukaan TLKM pada hari itu, tidak lebih dan tidak kurang dari itu. Candle Stick TLKM tanggal 04-11-2010 sudah gagal menunjukkan bahwa analisa teknikal ini berguna untuk mendeteksi sinyal reversal.

Pada tanggal 05-11-2010, Candle Stick TLKM berupa long black candle yang turun di bawah candle stick tanggal 04-11-2010 membentuk pola bearish engulfing. Pada Stochastic, garis K bergerak mendekati garis D, tetapi belum membentuk golden cross. RSI, MACD dan ADX masih menunjukkan pola bearish. Banyak analis berpikir bahwa TLKM masih akan turun lebih dalam lagi.

Chart di bawah ini adalah chart TLKM sampai tanggal 08-11-2010.


Pada tanggal 08-11-2010 sebelum market open, Profit Trading mengeluarkan analisa TLKM di atas. Analisa ini dibuat sesudah market tanggal 05-11-2010 tutup. Sesuai analisa tersebut, bila TLKM dibuka pada harga 7.900 dan naik mencapai 8.000, maka rekomendasinya adalah buy TLKM di 8.000, kemudian sell ≥ 8.200. Rekomendasi ini menunjukkan bila TLKM dapat naik mencapai 8.000, maka TLKM akan berbalik naik. Ini berarti sebelum market tanggal 08-11-2010 dibuka, Profit Trading sudah menganalisa sinyal reversal naik dari TLKM. Pada saat TLKM mencapai harga 8.000, masih banyak juga trader, investor dan analis yang menunggu TLKM menembus resisten 8.100 untuk memastikan reversal naik dari TLKM. TLKM hari itu naik sampai 8.150, artinya sinyal reversal naik dari Profit Trading pada harga 8.000 AKURAT dan BENAR. Trader/ investor yang menunggu TLKM menembus ke atas 8.100, akan sedikit terlambat membelinya. Seandainya trader/ investor mengetahui bahwa saat TLKM mencapai 8.000 merupakan sinyal kenaikan TLKM yang dapat dipercaya, apakah mereka akan dan perlu menunggu TLKM menembus ke atas resisten 8.100 baru membelinya ?. Trader/ investor tidak akan kesulitan menjual TLKM ≥ 8.200 karena mulai tanggal 09-11-2010 sampai tanggal 12-11-2010, harga tersebut sudah tercapai.

Dengan naiknya TLKM pada tanggal 08-11-2010, sekali lagi sinyal turun dari Candle Stick pada tanggal 05-11-2010 SALAH. Tidak ada sinyal reversal naik pada Candle Stick tanggal 05-11-2010 yang menunjukkan harga TLKM tanggal 08-11-2010 akan berbalik naik. Dua kali dalam 2 hari berturut-turut Candle Stick sudah salah memberikan sinyal. Ini disebabkan Candle Stick sebenarnya hanya menggambarkan pergerakan harga yang terjadi pada hari tersebut. Candle Stick hitam atau putih, panjang atau pendek, semuanya menggambarkan pergerakan harga yang sudah terjadi pada hari itu. Penilaian apakah harga akan naik atau turun keesokan harinya hanyalah asumsi dari trader, investor atau analis yang membaca pola Candle Stick yang sudah terbentuk. Mereka menarik kesimpulan bahwa apa yang akan terjadi keesokan harinya akan sama dengan yang sudah terjadi pada hari itu, walau pun sebenarnya tidak selalu demikian. Candle Stick TIDAK BENAR-BENAR MENUNJUKKAN apa yang akan terjadi keesokan harinya atau di masa yang akan datang. Kelemahan lainnya adalah Candle Stick TERLAMBAT menunjukkan sinyal reversal naik saham TLKM tanggal 08-11-2010, karena Candle Stick terbentuk dan dibaca setelah penutupan market. Ini berarti setelah market tanggal 08-11-2010 ditutup dan TLKM ditutup pada harga 8.150, Candle Stick baru memberikan sinyal reversal naik saham TLKM. Pada tanggal 08-11-2010 Stochastic baru golden cross, sedangkan RSI mulai berbalik naik, tetapi belum golden cross. MACD dan ADX belum menunjukkan reversal naik. Indikator-indikator ini pun terlambat mendeteksi sinyal reversal saham TLKM.

Setelah market tanggal 05-11-2010 ditutup dan sebelum market tanggal 08-11-2010 dibuka, analisa saham dari Profit Trading sudah menunjukkan bahwa TLKM akan naik bila saham ini dapat naik mencapai 8.000. Ini berarti analisa saham ini mendeteksi sinyal reversal LEBIH CEPAT daripada Candle Stick, indikator-indikator tersebut di atas dan support - resisten. Karena mendeteksi sinyal reversal lebih cepat, maka analisa saham Profit Trading juga merekomendasikan HARGA BELI yang LEBIH MURAH daripada yang ditunjukkan Candle Stick, Stochastic dan resisten 8.100. RSI, MACD dan ADX bahkan belum menunjukkan sinyal untuk beli.

Para trader, investor dan analis saham yang jeli tentunya akan bertanya-tanya, bukan hanya sekedar melihat bentuknya yang sederhana. Mengapa analisa Profit Trading yang begitu sederhana, hanya terdiri dari rekomendasi jual dan beli, justru mampu menunjukkan sinyal reversal yang dapat dipercaya secara lebih cepat dan harga beli yang lebih murah daripada Candle Stick, Stochastic, RSI, MACD, ADX dan support – resisten ?. Seperti sudah saya jelaskan dalam postingan mengenai Buy dan Sell Area, bahwa sinyal-sinyal beli dan jual dalam analisa saham Profit Trading ditentukan berdasarkan Buy dan Sell Area saham yang bersangkutan. Buy dan Sell Area tersebut ditentukan dengan memakai analisa teknikal yang mengukur kekuatan dan keseimbangan antara demand (permintaan) dan supply (penawaran) dalam market. Ini berarti Buy dan Sell Area serta sinyal-sinyal beli dan jual pada analisa saham Profit Trading sebenarnya MEREPRESENTASIKAN kekuatan-kekuatan demand dan supply yang juga merupakan kekuatan beli dan jual saham tersebut di dalam market.

Pada tanggal 11-11-2010, Profit Trading mengeluarkan analisa di atas. Sesuai analisa, bila TLKM dibuka pada harga 8.450 dan naik mencapai 8.500, maka rekomendasinya adalah sell TLKM ≥ 8.500 dan buy di 8.000. Para trader/ investor yang belum menjual TLKM pada tanggal 09-11-2010 dan 10-11-2010, dapat menjualnya pada harga 8.500 – 8.650 karena TLKM naik sampai 8.650 hari itu. Harga tersebut merupakan harga jual terbaik TLKM yang dapat mereka peroleh. Pada tanggal 12-11-2010, TLKM mulai turun. Saham ini dibuka pada harga 8.500, turun ke 8.200 dan ditutup pada harga 8.250. Untuk kesekian kalinya, Profit Trading membuktikan AKURASI dan KEBENARAN dari analisa-analisanya.